Kapal Keluar Masuk Taman Nasional Komodo, Polisi: Sangat Berbahaya

Kompas.com - 04/04/2019, 14:00 WIB
Salah satu anak Komodo yang berhasil diselamatkan dari jaringan penjual Satwa Liar KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALSalah satu anak Komodo yang berhasil diselamatkan dari jaringan penjual Satwa Liar

KUPANG, KOMPAS.com - Pascapenangkapan sejumlah pelaku penyelundupan anak komodo oleh aparat Polda Jawa Timur, pihak Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan lanjutan.

Wakil Kapolda NTT Brigjen Polisi Johny Asadoma langsung turun ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Selama dua hari melakukan sidak di wilayah Taman Nasional Komodo, Johny berhasil mendapatkan sejumlah informasi terkait adanya pelayaran sejumlah kapal yang tidak diawasi.

"Fakta dan informasi di lapangan, terutama kapal pesiar, kalau masuk dan keluar di kawasan Taman Nasional Komodo, tidak ada pemeriksaan barang-barang yang dibawa masuk dan keluar,"ungkap Johny kepada Kompas.com, Kamis (4/4/2019).

Baca juga: Penyelundupan Komodo dan Pencurian Rusa Bukti Kurangnya Pengawasan...

Hal ini, lanjut Johny, sangat berbahaya sehingga banyak pihak yang meminta agar ada pengetatan pemeriksaan orang masuk dan keluar wilayah Taman Nasional Komodo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dengan pemeriksaan nantinya, kita bisa kontrol apa yang dibawa masuk dan dibawa keluar, di seluruh kawasan,"ujar Johny.

Menurut Johny, kekayaan alam NTT yang luar biasa ini, baik di darat maupun di laut, ini harus diawasi dan dilindungi.

Johny menyebut, bahwa penyelundupan komodo dan penembakan rusa yang merupakan rantai makanan komodo, merupakan bukti bahwa pengawasan kurang.

"Karena itu, perlu adanya penataan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,"tambahnya.

Baca juga: Kasus Penyelundupan Komodo, Penjagaan Pelabuhan Ende Diperketat

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur mengungkap jaringan perdagangan satwa liar yang menyelundupkan 41 ekor komodo ke luar negeri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X