Cerita Risti Menghadapi UNBK: Tertatih Lewati Jembatan Darurat, hingga Hanya Menggunakan Sandal Jepit

Kompas.com - 04/04/2019, 10:03 WIB
SiswiMadrasah Aliyah (MA) Ummatan Washatan Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, tertatih melewati jembatan darurat yang terbuat dari bambu melintang di atas sungai celeng. Kamis (4/4/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONOSiswiMadrasah Aliyah (MA) Ummatan Washatan Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, tertatih melewati jembatan darurat yang terbuat dari bambu melintang di atas sungai celeng. Kamis (4/4/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Risti Anggraini (16) siswi kelas 12, Madrasah Aliyah (MA) Ummatan Washatan Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, tertatih melewati jembatan darurat yang terbuat dari bambu melintang di atas Sungai Celeng.

Untuk mencegah terjatuh, dirinya berpegang pada seutas tali berwarna biru. Demikian pengamatan Kompas.com saat menemani Risti menuju sekolahnya, Kamis (4/4/2019) pagi.  

Risti sengaja menggunakan sandal jepit warna merah, sepatunya sengaja dimasukkan dalam tas untuk mencegah basah karena menyebrang menggunakan jembatan darurat.

Sebab, jembatan penyebrangan putus diterjang banjir Minggu (17/3/2019) lalu.


Baca juga: 7 Fakta Kisah Slamet Melawan Diskriminasi Agama di Bantul, Peraturan Dicabut hingga Warga Ingin Hidup Rukun

 

Perjuangan dirinya bersama 25 murid kelas 12 lainnya yang hari ini melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tak sampai di situ.

Mereka masih harus memanjat tangga dari kayu untuk sampai ke halaman sekolah. Kondisi ini, cukup menyulitkan bagi siswi yang menggunakan rok panjang.

Beruntung, kondisi Sungai Celeng hari ini airnya tidak begitu dalam. Hanya sekitar 30 cm.

"Sudah tidak takut lagi, karena sudah terbiasa," ucap Risti kepada Kompas.com di halaman sekolah, Kamis.

Sekolah sebenarnya sudah membangun jembatan dua kali. Pertama jembatan hanyut, setelah ada hujan deras lagi.

Baca juga: Kerusakan Infrastruktur akibat Banjir dan Longsor di Bantul, DIY, Capai Rp 50 Miliar

 

Sekolah kemudian membuat menggunakan gethek atau perahu yang terbuat dari bambu dan jeriken. Namun karena air sudah tidak begitu dalam, gethek tidak bisa digunakan.

Lalu, sekolah kembali membangun jembatan darurat dari bambu.

Posisi MA Ummatan Washatan memang berdekatan dengan Sungai Celeng. Jaraknya kurang dari 50 meter.

"Pertama itu setelah ada banjir (Yang merusak jembatan permanen), dibangun jembatan darurat. Tetapi hanyut lagi. Kemarin ada getek untuk menyebrang," ucapnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Regional
Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X