Kisah Kuli Bangunan yang Jadi Tersangka Setelah Diduga Curi Kayu Jati Senilai Rp 140.000

Kompas.com - 03/04/2019, 08:56 WIB
Ketua Blora Lawyer Club (BLC), Sugiyarto saat menjenguk Jasmin di Mapolres Blora, Jateng?, beberapa bulan yang lalu. Arsip Blora Lawyer Club (BLC)Ketua Blora Lawyer Club (BLC), Sugiyarto saat menjenguk Jasmin di Mapolres Blora, Jateng?, beberapa bulan yang lalu.


BLORA, KOMPAS.com - Seorang buruh bangunan yang hidup di bawah garis kemiskinan asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jasmin (53), menjadi tersangka atas kasus pencurian kayu di wilayah kawasan hutan milik Perhutani KPH Cepu, Blora.

Tersangka yang merupakan warga Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, Blora, itu kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah disangkakan mencuri kayu jati senilai Rp 140.000.

Kasus illegal logging ini belakangan menyita perhatian khalayak, terutama bagi orang yang merasa iba dengan nasib Jasmin. Banyak orang menilai, Jasmin tidak sepantasnya dijebloskan ke penjara karena nominal kerugian akibat perbuatannya itu tidak seberapa.

Bahkan, Bupati Blora, Djoko Nugroho, juga turut serta mengutarakan simpatinya. Orang nomor satu di Kabupaten Blora itu mendesak supaya Jasmin bisa dibebaskan dari jeratan proses hukum yang tengah dialami.


Baca juga: KPH Cepu Gerebek Rumah Penimbunan Hasil Illegal Logging, Ini Temuannya

Kuasa Hukum Jasmin, Sugiyarto menyampaikan, kasus pembalakan liar yang menyeret Jasmin ke ranah hukum itu sudah selazimnya gugur di fakta persidangan nantinya.

Hal itu, kata dia, merujuk dari peraturan Mahkamah Agung (MA) tahun 2012 mengenai penyesuaian batas tindak pidana ringan dan jumlah denda KUHP.

"Sesuai peraturan MA, hasil curian yang nilainya di bawah Rp 2,5 juta, tidak bisa dipenjara. Jadi, dari kasus Pak Jasmin, yang nilai kerugian hanya Rp 140.000, ia bebas dari penjara. Apalagi, dia tidak memperkaya diri sendiri dan bukan berprofesi sebagai maling. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas dan Pak Jasmin dibebaskan," kata Sugiyarto, Ketua Blora Lawyer Club (BLC), saat dihubungi Kompas.com, via ponsel, Selasa (2/4/2019).

Kuli bangunan

Sugiyarto mengungkapkan, dalam keseharian, Jasmin mencari penghasilan dengan cara merantau ke luar kota sebagai kuli bangunan. Jasmin selama ini adalah tulang punggung keluarganya, termasuk bagi kedua orangtuanya yang sudah renta.

"Pak Jasmin itu punya istri tapi tak punya anak. Sebagai anak semata wayang, dia juga menghidupi kedua orangtuanya dari hasil nguli," terang Sugiyarto.

Menurut Sugiyarto, dari hasil penelusuran Blora Lawyer Club (BLC) yang ikut mendampingi proses hukum Sugiyarto menemukan bahwa buruh bangunan itu hidup di bawah garis kemiskinan. Rumah kecil keluarga Sugiyarto hanya beralaskan tanah, meja dan kursi pun tak bisa terbeli.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Regional
Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Regional
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Regional
Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Regional
4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

Regional
[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

Regional
Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Regional
Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Regional
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Regional
Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Regional
Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Regional
Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Regional
Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Regional
Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X