Kompas.com - 02/04/2019, 16:24 WIB
Sidang lanjutan kasus Vlog Idiot Ahmad Dhani di PN Surabaya, Selasa (2/4/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALSidang lanjutan kasus Vlog Idiot Ahmad Dhani di PN Surabaya, Selasa (2/4/2019)


SURABAYA, KOMPAS.com - Ahmad Dhani mengaku vlog yang dibuatnya bukan untuk mencemarkan nama baik kelompok atau orang tertentu.

Vlog tersebut untuk memberitahu kepada massa maupun panitia acara deklarasi ganti presiden, bahwa dia tidak bisa hadir di tengah-tengah acara karena tertahan di Hotel Majapahit, akibat dihadang oleh massa.

Ahmad Dhani sedianya akan menghadiri acara Deklarasi Ganti Presiden di kawasan Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya, pada 26 Agustus 2019 lalu.

Baca juga: Ahmad Dhani Mengaku Tidak Bersalah dalam Kasus Vlog Idiot

 

Namun, ada kelompok massa yang menghadangnya, sehingga dia tidak bisa menghadiri acara tersebut.

"Vlog itu untuk panitia dan massa yang sudah menunggu di Tugu Pahlawan," kata Ahmad Dhani, saat memberikan keterangan dalam sidang lanjutan kasus Vlog Idiot, di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (2/4/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ahmad Dhani mengaku, juga tidak mengetahui jika kata-kata idiot yang diucapkannya masuk dalam rekaman vlog. "Saya kira yang masuk hanya 30 detik, ternyata bisa 60 detik," ucap Dhani.

Aldwin Rahadian, kuasa hukum Ahmad Dhani lantas menguatkan bantahan Ahmad Dhani. Menurut dia, isyarat jari jempol yang ditunjukkan Ahmad Dhani mengarah ke atas, bukan ke arah belakang atau mengarah ke massa yang menghalangi Ahmad Dhani.

"Terdakwa juga menyebut kata petunjuk 'ini' yang artinya untuk orang-orang di sekitarnya, bukan 'itu' yang diperuntukkan bagi orang yang posisinya jauh dari posisi terdakwa Ahmad Dhani," ujar dia.

Baca juga: Sidang Vlog Idiot, Kuasa Hukum Ahmad Dhani Ajukan 2 Saksi Meringankan

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa Ahmad Dhani itu, tidak hanya jaksa penuntut umum yang memberikan pertanyaan kepada Ahmad Dhani.

Tim kuasa hukum dan majelis hakim yang dipimpin Anton Widyopriono, juga melontarkan pertanyaan kepada Ahmad Dhani terkait 'vlog idiot' yang dibuatnya.

Dalam sidang dakwaan, jaksa mendakwa Ahmad Dhani melanggar Pasal 45 Ayat (3) jo Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika. 

Kompas TV Hampir dua bulan menghuni rutan Medaeng, Ahmad Dhani diserang sejumlah penyakit. Mulai sakit asam urat di kakinya hingga yang terakhir pentolan grup band Dewa ini mengeluh sakit gigi. Perihal sakit giginya, Dhani mengungkapkan dalam persidangan 28 Maret lalu di Pengadilan Negeri Surabaya. Kepada majelis hakim dan jaksa, Dhani pun mohon izin berobat di luar lapas agar tetap bisa menjalani sidang lanjutan berikutnya pada Selasa, 2 April 2019. Untuk perobatan giginya, Dhani mengaku telah mendapat surat rujukan dari rutan tempatnya ditahan. #AhmadDhani #AhmadDhaniSakit #PencemaranNamaBaik
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.