Khawatir Banjir Susulan, Korban Bencana Jayapura Takut Pulang ke Rumah

Kompas.com - 02/04/2019, 15:54 WIB
Kondisi di BTN Nauli,Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (31/3/2019). KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIKondisi di BTN Nauli,Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (31/3/2019).

JAYAPURA, KOMPAS.com - Tumpukan material hasil dari longsor yang terjadi di punggung Pegunungan Cyclop pada 20 Maret 2019, masih menyisakan ancaman banjir bandang susulan bagi masyarakat yang ada di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Warga setempat disebut masih khawatir untuk kembali ke tempat tinggal mereka.

"Kami masih kawatir ada banjir susulan. Sampai sekarang, kami belum berani masuk rumah. Di rumah masih banyak material lumpur," kata Aman Hasibuan, warga BTN Sosial, Kelurahan Henekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, dihubungi Kompas.com, Senin (2/4/2019).

Baca juga: Atasi Banjir Sentani, Pemerintah Bangun Sabo Dam

BTN Sosial, termasuk tempat yang berada di lereng Gunung Cyclop dan saat bencana banjir bandang pada 16 Maret 2019, menjadi daerah pertama yang dilalui arus air yang keluar dari jalur sungai.

Hingga kini, bila hujan turun di Sentani, arus air yang berwarna cokelat akan turun dengan kecepatan cukup tinggi di jalanan BTN Sosial menuju Jalan Raya Abepura-Sentani.

Menanggapi rencana relokasi yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo, Aman Hasibuan mengaku tidak bersedia karena menurut dia itu bukan solusi bagi warga di BTN Sosial.

"Tidak mau relokasi dan belum tentu tempatnya aman. Yang harus direlokasi itu yang tinggal di kaki-kaki Gunung Cyclop. Sekarang yang lebih penting adalah aliran air harus segera dialihkan ke sungai," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo yang mengunjungi korban banjir bandang Sentani yang ada di Posko Pengungsian GOR Toware pada Senin siang (1/4/2019), menyatakan para korban harus direlokasi karena tempatnya sudah tidak aman.

Baca juga: Warga Terdampak Banjir Bandang Sentani Bakal Direlokasi

Mengenai lokasinya, Presiden menyerahkan hal tersebut kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang akan membangunkan rumahnya.

Sebagai informasi, jumlah pengungsi di GOR Toware mencapai 550 jiwa dan mereka adalah sebagian dari total sekitar 7.000 jiwa yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi pada 16 Maret 2019.

Sementara, dari hasil rekapitulasi hitung cepat kerusakan dan kerugian infrastruktur akibat banjir bandang Kabupaten Jayapura mencapai Rp 506,425 miliar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Pangandaran 5,9 Magnitudo Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Pangandaran 5,9 Magnitudo Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Hati-hati Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Hati-hati Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

Regional
Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Regional
Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Fakta Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Ditembak Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X