Erick Thohir: Salah Besar, Bikin Drama di Pemilu...

Kompas.com - 02/04/2019, 14:37 WIB
Ketua tim TKN Erick Thohir saat memberikan keterangan pers di hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (2/4/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Ketua tim TKN Erick Thohir saat memberikan keterangan pers di hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (2/4/2019). 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir angkat bicara soal dugaan penggalangan suara untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin oleh Kapolres Garut seperti yang sempat disampaikan oleh mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Azis.

Erick menilai, saat ini isu yang menyerang Jokowi sedang gencar dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Mantan Kapolsek Pasirwangi Cabut Keterangan soal Kapolres Garut Perintahkan Menangkan Jokowi


Meski demikian, dia tetap optimistis, hal tersebut tidak akan mempengaruhi suara Jokowi-Ma'ruf.

"Saya sudah bilang, pemilu ini bukan bikin film sinetron. Masyarakat Indonesia memang senang sinetron. Industri televisi sekarang. Drama masih jadi tontonan terbaik. Tapi salah besar di pemilu bikin drama," kata Erick dalam keterangan pers di Hotel Santika Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (2/4/2019). 

Baca juga: Alasan Mantan Kapolsek Cabut Pernyataan soal Perintah Kapolres Garut Dukung Jokowi

Selain itu, Erick menyayangkan pada penyelanggaraan Pilpres 2019 ini sering dilakukan penyebaran isu bohong sehingga membuat masyarakat menjadi bingung.

"Sudah banyak sandiwara terbongkar setiap hari. Rakyat bilang apa, ternyata ada apa-apanya. Disuruh tanya ternyata ada apa-apanya," ujarnya.

Baca juga: Kapolres Garut Bantah Tudingan Perintahkan Kapolsek Menangkan Jokowi

Sebelumnya diberitakan, dalam konferensi pers dengan Lokataru di Jakarta pada Minggu (31/3/2019), AKP Sulman mengaku beberapa kali dipanggil Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk melakukan pendataan para pendukung masing-masing calon.

Dia diperintahkan melakukan penggalangan dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf. Bahkan, dia mengklaim diancam bakal dimutasi jika paslon 01 kalah di daerahnya.

Namun, Sulman kemudian mencabut pernyataan itu di Mapolda Jabar. Dia mengaku, hanya terbawa emosi sehingga mengeluarkan pernyataan semacam itu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X