Bawaslu Panggil Kepala Desa di Bogor soal Video Viral Diduga Ajak Warga Pilih Jokowi

Kompas.com - 02/04/2019, 11:35 WIB
Sebuah video seorang kepala desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang diduga mengarahkan warga untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin viral di media sosial. dok TwitterSebuah video seorang kepala desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang diduga mengarahkan warga untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin viral di media sosial.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan memanggil kepala desa yang diduga mengarahkan warga untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam sebuah video yang viral.

Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Kabupaten Bogor, Abdul Haris, mengatakan, pihaknya akan segera memanggil kepala desa tersebut.

"Hari Kamis (4/4/2019), kami akan minta keterangan pihak terkait untuk klarifikasi atas video itu," katanya kepada Kompas.com, Senin (2/4/2019).

Baca juga: Dilaporkan, Video Viral Kepala Desa di Bogor Diduga Arahkan Warga Pilih Jokowi-Maruf

Haris mengatakan bahwa Bawaslu awalnya menerima informasi tersebut dari Panwaslu kecamatan setempat.

Berdasarkan hasil investigasi, video tersebut direkam di salah satu desa di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

"Hasil pendalaman dan investigasi bahwa peristiwa itu terjadi di Desa Cidokom, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, oleh seorang kades berinisial T," ungkapnya kepada Kompas.com, Senin (2/4/2019).

Baca juga: Ibu Tersangka Kasus Dugaan Kampanye Hitam: Saya Memohon Maaf Pak Jokowi...

Kasus video tersebut telah diregistrasi dengan Nomor 04/TM/PP/kab/13.13/III/2019 dan akan ditangani oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Kabupaten Bogor didampingi pihak kepolisian dan kejaksaan.

"Sudah kami registrasi menjadi temuan dugaan pelanggaran pemilu selanjutnya pemanggilan pihak terlapor dan para saksi peristiwa juga pemeriksaan bukti," tambahnya.

Baca juga: Alasan Mantan Kapolsek Cabut Pernyataan soal Perintah Kapolres Garut Dukung Jokowi

Dugaan pelanggaran terkait netralitas kepala desa dalam masa kampanye diatur dalam Pasal 282 dan 490 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Bagi kepala desa yang melakukan pelanggaran itu ada ketentuan sanksi ancaman pidana kurungan satu tahun dan denda Rp 12 juta dan prosesnya memang masih panjang hingga 14 hari untuk memeriksa, mengkaji dan memutuskan status temuan," ungkap Haris.

Dalam video tersebut, pria diduga kepala desa berinisial T itu berpidato dan diduga mengarahkan untuk memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Ya itu, kita sudah dekat ke pemilihan presiden dan Caleg ya. Nah, kenapa sampai dikumpulkan tokoh masyarakat RT RW supaya kita semua ada kekompakan. Jadi sebagai aparatur pemerintahan ya, mudah-mudahan di Desa Cidokom ini tidak ada yang begini begitu. Jadi kami pribadi sebagai aparat pemerintahan ya, jadi harus nurut yang di atas tuh. Jadi mau tidak mau misalnya di masyarakatnya, suka tidak suka harus nurut yang di atas, yaitu harus ke presiden. Sebagai kepala desa mohon kepada tokoh masyarakat RT RW ya mohon dukungan nomor satu yaitu Bapak Jokowi. Siap tidak?" demikian perkataan pria tersebut.

"Siap, siap" teriak warga yang menjawab.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi 'Online'

Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi "Online"

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Hari Sumpah Pemuda, Merawat Perbedaan

Regional
Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Kemunculan Binatang yang Dikira Beruang Membuat Heboh Warga di Agam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X