Produksi Miras Sophia, Anggota DPRD Sebut Pemprov NTT Abaikan Dampak Negatif

Kompas.com - 02/04/2019, 10:15 WIB
Gubernur dan Wakil Gubernur NTT bersama pejabat Undana dan sejumlah pejabat lainnya, berada di Kantor Gubernur NTT, Senin (1/4/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREGubernur dan Wakil Gubernur NTT bersama pejabat Undana dan sejumlah pejabat lainnya, berada di Kantor Gubernur NTT, Senin (1/4/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Anggota DPRD NTT Anwar Hajral menyebut rencana produksi minuman keras (miras) Sophia yang dukung oleh pemerintah provinsi NTT telah mengabaikan dampak negatif yang muncul nantinya.

Pemerintah Provinsi NTT diminta jangan hanya melihat dari satu sisi saja, tapi juga melihat dari berbagai aspek terkait produksi miras. 

"Mungkin pemerintah hanya melihat dari sisi peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya penghasil miras lokal. Tapi yang harus dipikirkan juga soal kelangsungan generasi kita ke depannya," ujar Anwar kepada Kompas.com di Kupang, Selasa (2/4/2019).

Menurut Anwar, tidak semua komponen masyarakat di NTT mempoduksi dan juga sebagai konsumen miras.

Baca juga: Gubernur NTT Ingin Miras Sophia Dijual Rp 1 Juta Per Botol

Yang lebih penting kata Anwar, pemerintah perlu melihat lebih jauh lagi soal harga komoditi masyarakat yang terus mengalami penurunan.

Anwar memberi contoh, soal masyarakat di Pulau Flores, yang saat ini sebagian besar mengeluh soal harga kopra yang terus merosot turun. Masalah itu yang perlu dipikirkan bersama.

"Bukan hanya dari sisi menciptakan satu produk baru miras, dengan alasan meningkatkan ekonomi masyarakat, tapi justru pemerintah mengabaikan dampak negatifnya," tegasnya.

"Kita juga perlu mendukung nawacita Presiden Jokowi soal revolusi mental," tambahnya.

Anwar pun yakin, kalau kecelakaan lalu lintas di NTT berdasarkan catatan kepolisian, itu tertinggi akibat karena mengonsumsi miras.

Baca juga: NTT Segera Luncurkan Miras Sophia dengan Kadar Alkohol 45 Persen

"Saya menolak dan pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan itu. Miras ini bukan menjadi kebutuhan utama masyarakat. Apalagi dalam peluncurannya lebih ditekankan harga jual miras yang tinggi. Ini cuma dilihat dari sisi ekonomi. Sementara dampak sosial kemasyarakatan itu bagaimana," ujar dia.

Miras hasil kerja sama universitas Nusa Cendana Kupang

Untuk diketahui, Miras Sophia akan diproduksi melalui kerja sama antara salah satu unit usaha di Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, dengan salah satu perusahaan lokal di NTT.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X