2 Gunung Api di Sulawesi Utara Berstatus Siaga

Kompas.com - 01/04/2019, 18:53 WIB
Kepulan asap dari kawah Gunung Karangetang dari sisi Utara, Kecamatan Siau Barat, Desember 2018 lalu.KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEY Kepulan asap dari kawah Gunung Karangetang dari sisi Utara, Kecamatan Siau Barat, Desember 2018 lalu.

MANADO, KOMPAS.com - Kepala Sub Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Berapi di Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Devy Kamil Syahbana mengatakan, dua gunung api di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berstatus siaga (level III).

"Kedua gunung api tersebut yaitu Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara," ujar Devy, di Manado, seperti dilansir dari Antara, Senin(1/4/2019).

Selanjutnya, Gunung Lokon (Kota Tomohon), yang pernah bererupsi pada Agustus 2015, hingga saat ini masih berstatus waspada (level II).


Baca juga: Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Batang dan Beha Barat

Gunung Awu (Kabupaten Kepulauan Sangihe), Gunung Ruang (Kabupaten Kepulauan Sitaro), Gunung Tangkoko (Kota Bitung), Gunung Mahawu (Kota Tomohon) dan Gunung Ambang (Kabupaten Bolaang Mongondow) berstatus normal (level I).

"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menjaga kesiapsiagaan serta mengikuti rekomendasi dari PVMBG," imbau dia.

Masyarakat yang bermukim di sekitar gunung api berstatus siaga, diharapkan tetap mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik serta tidak melakukan pendakian ke tempat-tempat yang dilarang.

"Masyarakat masih bisa melakukan aktivitas," ujar dia.

Baca juga: Ini 21 Gunung Api yang Berstatus di Atas Normal

Sampai saat ini, lanjut dia, hanya Gunung Karangetang yang berada di Pulau Siau saja yang membutuhkan evakuasi sementara bagi warga yang ada di sekitar lereng.

Sementara, Gunung Soputan meskipun berstatus siaga namun warganya tidak dievakuasi.

"Jarak permukiman warga dengan Gunung Soputan cukup jauh sehingga tidak perlu dievakuasi, masyarakat masih tetap beraktivitas seperti biasa," tambah dia.

Pada tahun ini, satu-satunya gunung api yang bererupsi yaitu Gunung Karangetang pada tanggal 2 Februari 2019. Aktivitas vulkaniknya masih tinggi dan berpotensi erupsi.

Kompas TV Pemerintah Daerah memperpanjang status tanggap darurat bencana<br /> Gunung Api Karangetang selama tujuh hari. Sementara data terakhir dari pemerintah derah, 216 warga mengungsi dan 453 warga kampung batubulan terisolasi.<br /> <br /> Pemerintah daerah melalui Kepala BPBD Sitaro menyampaikan beberapa alasan diperpanjangnya masa tanggap darurat.<br /> <br /> Salah duanya adalah belum selesainya penanganan bagi warga yang terdampak dan rencana operasi untuk membuka jaluralternatiflewat darat dari Kampung Nameng ke Batubulan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X