Peneliti Temukan Benda Misterius Dalam Perut Ikan Mola yang Terdampar di Teluk Ambon

Kompas.com - 01/04/2019, 16:48 WIB
Peneliti dari Universitas Pattimura Ambon Prof Dr Jacobus Wilson Mosse saat membedah bangkai ikan mola yang terdampar di Teluk Ambon, Senin (1/4/2019). Dalam pembedahan itu ditemukan sebuah benda misterius di dalam usus ikan mola tersebut.
Foto dok Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) MalukuPeneliti dari Universitas Pattimura Ambon Prof Dr Jacobus Wilson Mosse saat membedah bangkai ikan mola yang terdampar di Teluk Ambon, Senin (1/4/2019). Dalam pembedahan itu ditemukan sebuah benda misterius di dalam usus ikan mola tersebut.


AMBON, KOMPAS.com - Bangkai ikan mola yang terdampar di Teluk Ambon dibedah oleh peneliti dari Universitas Pattimura Ambon, Senin (1/4/2019).

Proses pembedahan bangkai ikan mola itu dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian ikan tersebut.

Pembedahan dipimpin dosen Universitas Pattimura yang juga peneliti, Prof Dr Jacobus Wilson Mosse dan disaksikan oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku serta petugas dari Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSDPL) Sorong wilayah Maluku.

Baca juga: Bangkai Ikan Mola-Mola Kembali Terdampar di Teluk Ambon


Setelah hampir satu jam melakukan pembedahan, hasilnya, tim menemukan adanya benda misterius di dalam usus ikan tersebut. Benda misterius yang ditemukan itu berupa benda padat berwarna merah kehitaman.

“Kami belum tahu benda ini apa, tapi yang ditemukan di dalam perut (ikan mola) ini adalah benda asing,” kata Jacobus, di lokasi pembedahan.

Dia menyebut, isi perut ikan mola dalam keadaan bersih dan hanya ada benda asing tersebut.

Menurut dia, benda asing yang ada di dalam perut ikan mola itu mirip dengan organ tubuh hewan ternak yang menyusut.

Dia menduga, ikan mola yang terdampar itu kemungkinan memakan organ tubuh hewan ternak yang dibuang warga dan hanyut ke laut.

"Seperti paru-paru sapi, jadi mungkin saja dibuang warga lalu hanyut dan dimakan ikan,” kata dia.

Dalam proses pembedahan bangkai ikan tersebut, tim juga mengambil sampel dari benda asing yang ditemukan di dalam usus ikan mola dan juga bagian organ kepala ikan tersebut.

Baca juga: Polisi Tangkap Dua Petani yang Sering Bom Ikan di Perairan Soromandi

Menurut Jacobus, di bagian kepala ikan, terdapat organ penting yakni sagita asterikus dan lapius, yang dapat dijadikan sebagai petunjuk dan informasi tentang aktivitas ikan seperti ke mana saja ikan itu pergi, singgah, hingga kualitas air tempat ikan itu biasa beraktivitas.

Jacobus mengungkapkan, berdasarkan literatur, pada dasarnya batas usia ikan mola itu mencapai 10 tahun.

Namun, dari tanda garis lingkaran yang ada pada bangkai ikan mola tersebut menandakan bahwa ikan mola yang dibedah itu diperkirakan usianya mencapai 15 tahun.

“Memang berdasarkan literatur itu batas usia ikan mola itu 10 tahun, tapi perkirakan (usianya) 15 tahun,” ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Regional
60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

Regional
Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Regional
Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Regional
Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X