Tak Dampingi AHY Saat Kampanye di Banten, Wahidin Halim Bilang "Saya Gubernur Bukan Timses"

Kompas.com - 01/04/2019, 11:49 WIB
Gubernur Banten Wahidin Halim saat ditemui usai Rapat Paripurna Luar Biasa di Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang, Senin (1/4/2019) KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINGubernur Banten Wahidin Halim saat ditemui usai Rapat Paripurna Luar Biasa di Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang, Senin (1/4/2019)

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Gubernur Banten Wahidin Halim tidak hadir saat Partai Demokrat menggelar kampanye di Kota Serang, Banten, Sabtu (30/3/2019).

Kampanye tersebut dihadiri oleh Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY)

Wahidin beralasan dirinya tidak perlu hadir dalam kampanye tersebut lantaran saat ini bukan tim sukses (timses) Demokrat.

"Orang saya Gubernur, saya bukan timses, jadi tidak hadir. Cuma pribadi itu bukan urusan partai," kata Wahidin saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang Banten, Senin (1/4/2019).

Baca juga: Sekjen Demokrat Bantah Wahidin Halim dan Soekarwo Dukung Jokowi-Maruf

Mantan Walikota Tangerang itu menyebut tidak masalah jika dirinya dianggap sebagai kader Demokrat yang tidak patuh. Bahkan jika ada opsi pemecatan terhadap dirinya dari Demokrat.

Menurut Wahidin, tidak penting untuk meladeni anggapan negatif dari orang-orang terhadap dirinya. Sekarang dan ke depan, kata dia, lebih baik fokus terhadap tugasnya sebagai gubernur.

"Di era eskalasi politik kayak gini orang bisa ngomong apa saja. Saya nggak pernah ladenin, saya mah konsen membangun Banten saat ini dan seterusnya," kata dia.

Sebelumnya, ketidakhadiran Wahidin saat kampanye Demokrat di Serang, Banten, dianggap oleh DPD Demokrat Provinsi Banten sebagai pribadi yang tidak tahu berterima kasih.

"Ya menunjukkan kalau dia tidak cinta pada Demokrat, dan tidak terima kasih pada Demokrat," kata Ketua DPD Demokrat Provinsi Banten, Iti Octavia Jayabaya kepada media di Serang, Sabtu.

Baca juga: Gubernur Banten Sebut Hibah dari DKI Kecil

Dalam kiprahnya di Partai Demokrat, Wahidin Halim pernah menjabat sebagai Ketua DPD Banten. Pada Pilgub Banten 2017 lalu, Wahidin juga diusung oleh Demokrat.

Kendati sudah tidak menjabat sebagai Ketua DPD, Iti mengatakan Wahidin saat ini masih tercatat sebagai kader Demokrat di Provinsi Banten. Untuk itu, opsi sanksi akan diberikan oleh DPP Demokrat di Jakarta.

"Nanti partai akan memberi sangsinya, mangkanya nanti sampai kumpulkan bukti-buktinya. Nanti partai akan menindaklanjut, kan kapasitasnya kalau gubernur adalah yang menindaklanjuti adalah DPP," ujar Iti.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Kritik Kebijakan Bupati Lewat Facebook, Ketua PGRI Jember Diperiksa Inspektorat

Regional
Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Jual 20 Gadis Lewat MiChat, Penjual Mainan Anak Ditangkap

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

Regional
PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

Regional
Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Regional
Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Regional
CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

Regional
Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Regional
Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Regional
Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Regional
Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Regional
Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Regional
22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X