Mengubah Sampah Plastik Non-ekonomis jadi Paving Blok

Kompas.com - 01/04/2019, 07:04 WIB
Hendro Wibowo memegang paving blok berbahan baku sampah plastik non ekonomis, Minggu (31/3/209). KOMPAS.com/FARIDA FARHANHendro Wibowo memegang paving blok berbahan baku sampah plastik non ekonomis, Minggu (31/3/209).

  KARAWANG, KOMPAS.com - Sampah plastik kini menjadi momok menakutkan bagi lingkungan. Sampah ini kerap berserakan lantaran penangan yang kurang tepat. Indonesia bahkan didapuk sebagai negara nomor dua penyumbang sampah plastik di lautan.

Namun, lain di tangan Hendro Wibowo, warga Perumnas Blok L, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Ia mengubah sampah plastik nonekonomis, menjadi paving blok yang tak hanya sebagai hasil inovasi, melainkan juga benilai ekonomis.

"Bahan bakunya menggunakan limbah atau sampah plastik nonekonomis, yang dicampur dengan limbah sterefoam dan pasir," kata Hendro ditemui di Saung KSM, Minggu (31/3/2019).

Selain dari sisi ekonomis, inovasi ini juga menjadi cara jitu "menyingkirkan" sampah plastik yang sukar diatasi.

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, Pegawai Pemkab Trenggalek Wajib Bawa Botol Sendiri

Hendro sendiri sudah bergelut dengan sampah sejak 2010 lalu. Ia melihat selama ini penanganan sampah baru sebatas artifisial. Artinya, penanganannya baru sebatas pengorganisasian masyarakat.

Meski demikian, Hendro menyebut pengorganisasian masyarakat untuk penanganan sampah bagus untuk program jangka pendek. Hanya saja, penyelesaian tersebut baru bisa mengangani sekian persen dari total sampah yang dihasilkan.

Pembuatan paving blok dari sampah plastik, kata Hendro, sudah mulai menggaung sejak 2008. Namun ia melihal hal itu sebagai potensi yang bisa dikembangkan.

"Contoh misalnya ini, ada lubang biopori. Ini untuk resapan air," katanya.

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, Kongres Sungai Indonesia Tak Sediakan Air Minum Kemasan

Proses pembuatan

Langkah pertama pembuatan paving blok ini ialah mencacah sampah plastik nonekonomis dan sterefoam. Satu buah paving blok membutuhkan lima sampai tujuh kilogram sampah plastik

Setelah alat pelebur dipanaskan, kemudian keduanya dilebur dan dicampur dengan pasir dengan komposisi 30:20:60 pada suhu 100 hingga 150 derajat celsius, selama 30-45 menit.

Pasir berfungsi sebagai pemberat, agar saat terendam air tidak mengambang. Setelah melebur kemudian dimasukan ke dalam cetakan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X