PT KAI Daop 8 Sediakan 174 Perjalanan KA Mudik dan Balik, Ini Cara Daftarnya

Kompas.com - 30/03/2019, 18:06 WIB
Perlintasan kereta api di Jalan A. Yani Surabaya, tepatnya di depan mall Royal Plaza dan Rumah Sakit Islam (RSI). Dok. Pemkot SurabayaPerlintasan kereta api di Jalan A. Yani Surabaya, tepatnya di depan mall Royal Plaza dan Rumah Sakit Islam (RSI).
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah masih tiga bulan lagi. Meski begitu, perantau dari berbagai kota sudah mempersiapkan segala jenis kebutuhan mudik, termasuk mencari tiket transportasi umum menuju kampung halamannya.

Bagi Anda yang berada di wilayah Jawa Timur, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya memberikan fasilitas untuk mudik dan arus balik gratis menggunakan moda transportasi kereta api ( KA).

Manajer Humas Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan, program gratis ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Tanggal keberangkatan angkutan KA gratis tersebut berlangsung selama 16 hari, dimulai dari 28 Mei 2019 (H-8) sampai dengan 12 Juni 2019 (H+6)," kata Suprapto saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/3/2019).

Baca juga: Kemenhub Siapkan 970 Bus untuk Mudik Gratis, Ini Cara Daftarnya

Suprapto menjelaskan, khusus KA Probowangi rute Surabaya Gubeng-Banyuwangi dan KA Tawang Alun rute Malang-banyuwangi keberangkatan mudik gratis mulai 31 Mei hingga 4 Juni 2019. Adapun, arus baliknya berlaku mulai 7-10 Juni 2019.

Akan ada 174 perjalanan KA dengan rincian 97 perjalanan KA untuk arus mudik dan 77 perjalanan KA arus balik.

"Total kapasitas daya angkut per hari rata-rata mencapai 11.881 tempat duduk," ujar Suprapto.

KA yang disediakan antara lain KA Dhoho (rute Surabaya-Blitar via Kertosono), KA Penataran (Surabaya-Blitar via Malang), KA Lokal Bojonegoro (Sidoarjo-Bojonegoro), KA Tumapel (rute Surabaya-Malang), KA Lokal Kertosono (rute Surabaya-Kertosono), KA Probowangi (rute Surabaya-Banyuwangi), dan KA Tawangalun (rute Malang Kota Lama-Banyuwangi).

Suprapto berharap, adanya angkutan KA gratis ini dapat mengurangi jumlah perantau yang berkeinginan menggunakan kendaraan pribadi.

"Semoga masyarakat bisa memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan dengan mengunakan angkutan massal ini, guna kelancaran mobilitas dan mengurangi angka kemacetan akibat tingginya frekuensi lalu lintas selama masa angkutan Lebaran 2019," tutur dia.

Baca juga: Kemenhub Prediksi Bus Akan Jadi Primadona Mudik Lebaran 2019

Berikut persyaratan untuk memperolah tiket mudik dan balik gratis menggunakan KA

  1. Pemesanan tiket hanya dapat dilakukan di stasiun online yang dilewati KA arus mudik dan balik gratis.
  2. Pemesanan tiket mudik dan balik gratis dimulai pukul 09.00 WIB–16.00 WIB.
  3. Untuk pemesanan tiket KA Penataran, Dhoho, Tumapel dan Ekonomi Lokal bisa dilakukan H-7 atau mulai pada tanggal 21 Mei 2019.
  4. Khusus pemesanan tiket KA Probowangi dan Tawang Alun dapat dilakukan H-60 atau mulai tanggal 1 April 2019.
  5. Pemesanan di stasiun, calon penumpang wajib mengisi formulir pemesanan yang ada dengan data nama dan nomor identitas penumpang.
  6. Satu pemesan maksimal untuk empat tiket.
  7. Tiket tidak dapat dibatalkan atau ditunda atau dialihkan kepada orang lain.
  8. Tiket KA mudik dan balik gratis tidak dapat dipesan melalui aplikasi KAI Access, internet maupun channel eksternal lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Pangandaran 5,9 Magnitudo Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Pangandaran 5,9 Magnitudo Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Diduga Jadi Kurir Sabu Diwarnai Tembakan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

[POPULER NUSANTARA] Kisah 4 Bocah Tak Terurus, Ibu ODGJ | Tarik-menarik dengan Buaya, Titus Selamatkan Adik

Regional
Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Cemburu Berujung Maut, Perempuan Hamil 7 Bulan Tewas di Tangan Suami Siri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X