Bertemu dengan Timses Prabowo-Sandi, Ketua KPU di Pariaman Disidang

Kompas.com - 30/03/2019, 11:13 WIB
Suasana sidang DKPP di Bawaslu Sumatera Barat di Jalan Pramuka, Padang, Jumat (29/3/2019). KOMPAS.com/PERDANA PUTRASuasana sidang DKPP di Bawaslu Sumatera Barat di Jalan Pramuka, Padang, Jumat (29/3/2019).

PADANG, KOMPAS.com - Ketua KPU Kota Pariaman, Sumatera Barat, Abrar Azis, dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) oleh warga setempat bernama April Adek.

Menindaklanjuti laporan itu, DKPP menggelar sidang perdana yang dipimpin Teguh Prasetio di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar di Jalan Pramuka, Padang, Jumat (29/3/2019).

Baca juga: Prabowo Sindir Wali Kota yang Lupa Setelah Jadi hingga Bupati yang Kasih Izin Kampanye di Parkiran

Abrar sebagai terlapor mengakui ada pertemuan dengan tim sukses salah satu capres di Kota Pariaman yang bernama Danil beberapa waktu lalu. Namun, dia membantah pertemuan itu bersifat khusus.

"Tidak ada bersifat khusus. Kami bertemu karena spontanitas. Saat itu, Danil berada di Kota Pariaman dan saya mampir. Tidak direncanakan sebelumnya," ujar Abrar.

Abrar menyebutkan, pertemuan tersebut berlangsung sekitar tiga puluh menit. Danil lebih banyak melayani foto bersama dengan warga setempat daripada berbincang dengan dirinya.

Baca juga: 7 Nama yang Dinilai Prabowo Layak Jadi Calon Menteri di Kabinetnya

Sementara itu, pelapor mengatakan, dirinya sebagai warga negara Indonesia melihat ada sesuatu yang mencurigakan dari pertemuan tersebut. Apalagi, sebagai penyelenggara pemilu, Ketua KPU tidak boleh mengadakan pertemuan dengan tim sukses.

"Saat itu foto pertemuan itu viral di media sosial. Namun setelah itu foto dihapus oleh si pemilik akun medsos itu. Inilah yang mencurigakan sehingga saya melaporkan kejadian ini," ujarnya.

April Adek menyebutkan dirinya sebelumnya pernah menjadi Panitia Penyelenggara Pemilu Kecamatan, sehingga mengetahui kode etik seorang penyelenggara Pemilu tidak boleh mengadakan pertemuan dengan tim sukses.

Sementara itu, Ketua Majelis, Tegus Prasetio, mengatakan, pihaknya sudah mendengarkan keterangan pelapor, terlapor dan saksi.

"Semua keterangan ini akan kita bawa ke sidang komisioner DKPP di Jakarta. Ada tujuh komisioner DKPP nantinya yang akan memutus perkara ini. Sanksi terberat adalah diberhentikan dan jika tidak bersalah, namanya akan direhabilitasi," ujar Tegus.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terpengaruh Aksi Teror, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Tak Terpengaruh Aksi Teror, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Regional
Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Regional
Rektor UMI Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Pelaku Penyerangan Mahasiswa

Rektor UMI Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Pelaku Penyerangan Mahasiswa

Regional
Hujan Es Hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kota Serang

Hujan Es Hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kota Serang

Regional
Pergi Mancing sejak Tiga Hari Lalu, Pria di Bali Ditemukan Tak Bernyawa

Pergi Mancing sejak Tiga Hari Lalu, Pria di Bali Ditemukan Tak Bernyawa

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Warga: Orangnya Baik

Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Warga: Orangnya Baik

Regional
Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Markas Polisi di Jabar Tingkatkan Keamanan

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Markas Polisi di Jabar Tingkatkan Keamanan

Regional
Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Masih Jadi Saksi

Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Masih Jadi Saksi

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Sebagai Pengemudi Ojek Online dan Penjual Bakso Bakar

Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Sebagai Pengemudi Ojek Online dan Penjual Bakso Bakar

Regional
Mantan Menaker Hanif Dhakiri Ramaikan Bursa Calon Wali Kota Surabaya

Mantan Menaker Hanif Dhakiri Ramaikan Bursa Calon Wali Kota Surabaya

Regional
Denny Indrayana Optimistis Maju Sebagai Calon Gubernur Kalsel Lewat Jalur Partai

Denny Indrayana Optimistis Maju Sebagai Calon Gubernur Kalsel Lewat Jalur Partai

Regional
Menteri hingga Gubernur Kirim Karangan Bunga untuk Keluarga Djaduk Ferianto

Menteri hingga Gubernur Kirim Karangan Bunga untuk Keluarga Djaduk Ferianto

Regional
Polda Jatim Akan Tetapkan Tersangka Baru Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan

Polda Jatim Akan Tetapkan Tersangka Baru Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan

Regional
Buntut Kematian Mahasiswa di Kampus, Rektor UMI Minta Polisi Berjaga 1 Bulan

Buntut Kematian Mahasiswa di Kampus, Rektor UMI Minta Polisi Berjaga 1 Bulan

Regional
Pelamar CPNS Tak Penuhi Syarat Seleksi Administrasi Bisa Manfaatkan Waktu Sanggah

Pelamar CPNS Tak Penuhi Syarat Seleksi Administrasi Bisa Manfaatkan Waktu Sanggah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X