Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Apeksi: Dana Kelurahan Mantapkan Pembangunan Infrastruktur dan SDM

Kompas.com - 30/03/2019, 06:48 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan Sharing Session bersama Wali Kota Bogor Bima Arya saat Rakerkomwil III Apeksi 2019 di Ballroom Hotel PO Semarang, Jumat (29/3/2019).Dok. Humas Pemerintah Kota Semarang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan Sharing Session bersama Wali Kota Bogor Bima Arya saat Rakerkomwil III Apeksi 2019 di Ballroom Hotel PO Semarang, Jumat (29/3/2019).

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendar Prihadi mengatakan, dengan adanya dana kelurahan maka pembangunan infrastruktur semakin mantap.

“Tak hanya infrastruktur, dana keluarahan yang bejumlah Rp350juta – Rp352juta ini juga membuat pemberdayaan masyarakat jadi semakin mantap,” jelas Wali Kota yang akrab di sapa Hendi itu dalam tertulis yang Kompas.com terima.

Hendi sendiri mengatakan itu dalam Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) III (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ( Apeksi) di Kota Semarang, Jumat (29/3/2019).

Meski demikian, Hendi menyampaikan, selain dana kelurahan hal yang tak kalah penting untuk menyukseskan pembangunan infrastruktur dan  sumber daya manusia (SDM) adalah kebijakan - kebijakan pemerintah pusat  dan daerah. Apakah kebijkan tersebut mendukung pembangunan atau tidak?

Senada dengan hal itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany pun mengucapkan terima kasih kepada  pemerintah pusat yang telah menyaluran dana kelurahan.

“Kami berharap dana tersebut bisa ditingkatkan lagi,” ucap dia.

Atas dasar alasan tersebut, lanjut Airin, Apeksi menyepakati tema Raker Komwil III Apeksi adalah Penguatan Alokasi Anggaran Pemerintah Daerah. Ini penting karena untuk mendukung profesionalitas aparatur dan kemandirian daerah.

“Insya Allah keynote speaker dalam Raker  nanti adalah pak presiden," sambungnya.

Adapun Hendi dan Airin tidak sendiri, di tempat yang sama ada pula Wali Kota Bogor Bima Arya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, dan Wali Kota Serang Syafudin.

Mereka merupakan wali kota yang tergabung dalam Komwil III. Hari itu mereka berkumpul sebagai peserta Rakerkomwil III Apeksi.

Kota Semarang tuan rumah Rakernas Apeksi 2019

Selain rapat kerja, kegiatan yang tepatnya diselenggarakan di Hotel PO Kota Semarang tersebut juga digunakan untuk mempersiapkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi 2019. Di acara ini Kota Semarang juga terpilih sebagai tuan rumah.

Sedianya tuan rumah Apeksi 2019 adalah Kota Palu. Namun karena musibah tsunami yang menimpa Palu, Kota Semarang pun kemudian dipilih setelah menyatakan kesiapsediaannya untuk menggelar Rakernas ApeksiI 2019.

“Semarang menjadi kota yang indah, nyaman, bersih dan berkolaborasi dengan pihak swasta dalam percepatan pembangunan. Ini menjadi suatu hal yang harus kami tiru untuk di daerah kami, tentunya dengan karakter masing-masing wilayah.” papar Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi yang juga pernah menjadi Ketua Apeksi.

Di sisi lain, Hendi selaku Wali Kota Semarang pun mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Kota Semarang sebagai tuan rumah Rakerkomwil III Apeksi dan Rakernas Apeksi di 2019.

“Ini luar biasa loh untuk Kota Semarang. Nanti pada saat rakernas ada 98 wali kota yang datang, dan rata-rata membawa 30 - 40 rombongan," ucapnya.

Dengan begitu, lanjut Hendi, di Semarang nanti akan hadir 3000-4000 tamu untuk mengikuti Rakernas Apeksi.

“Bisa dipastikan hotel akan laris, kuliner laris, kemudian tempat-tempat wisata juga akan tambah ramai, momentum yang baik juga untuk pengembangan pariwisata Kota Semarang,” tambah Hendi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Regional
'Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... '

"Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... "

Regional
komentar di artikel lainnya