5 Fakta Sidang Bahar Bin Smith, Disuruh Berduel hingga Mengaku "Fans" dari Terdakwa

Kompas.com - 29/03/2019, 14:13 WIB
Tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith (tengah) dikawal petugas menuju ruang sidang sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). Sidang perdana tersebut beragenda pembacaan dakwaan. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASATersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith (tengah) dikawal petugas menuju ruang sidang sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). Sidang perdana tersebut beragenda pembacaan dakwaan.

KOMPAS.com - Sidang kasus dugaan penganiayaan anak di bawah umur dengan terdakwa Bahar bin Smith kembali digelar pada Kamis (28/3/2019), di Gedung Perpustakaan dan Arsip, Kota Bandung, Jawa Barat.

Sidang tersebut menghadirkan para saksi korban, MKU dan CAJ. Sidang yang berlangsung tertutup tersebut sempat mendapat protes dari para pendukung terdakwa Bahar. 

Dalam sidang, salah satu saksi, CAJ mengaku, berpenampilan mirip Bahar Bin Smith karena mengidolakan terdakwa.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Sidang berlangsung secara tertutup

Dalam persidangan, saksi korban CAJ tengah menjelaskan perihal kronologis saat dirinya mengaku menjadi Bahar bin Smith di Bali.KOMPAS.com/AGIEPERMADI Dalam persidangan, saksi korban CAJ tengah menjelaskan perihal kronologis saat dirinya mengaku menjadi Bahar bin Smith di Bali.

Sidang terdakwa Bahar bin Smith berlangsung secara tertutup. Sebab, majelis hakim menghadirkan dua saksi korban, MKU dan CAJ, yang tercatat masih di bawah umur.

Sidahng yang digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3/2019) itu menggali keterangan para saksi yang mengaku-aku sebagai Bahar bin Smith saat di Bali.

"Ini masih di bawah umur jadi hanya orangtua saja yang dampingi. semua dipersilahkan keluar," kata Ketua Majelis Hakim Edison Muhammad, Kamis.

Saat itu, saksi korban CAJ mengaku mengidolakan Bahar sehingga dia mencoba meniru gaya Bahar.

CAJ menuturkan, dirinya diajak korban MKU mengisi sebuah acara di Bali. Namun, mereka berdua hilang kontak dengan panitia saat tiba di Pulau Dewata.

Baca Juga: Korban Kasus Bahar Bin Smith Dihadirkan di Sidang, Jaksa Koordinasi Pengamanan dengan Polisi

2. Pendukung Bahar sempat protes sidang dilakukan secara tertutup

Tampak saksi korban MKU yang mengenakan masker hadir dalam pengawalan pihak kepolisian tiba di ruang sidang dugaan penganiayaan dengan terdakwa Bahar Bin Smith, Kamis (28/3/2019). KOMPAS.com/AGIEPERMADI Tampak saksi korban MKU yang mengenakan masker hadir dalam pengawalan pihak kepolisian tiba di ruang sidang dugaan penganiayaan dengan terdakwa Bahar Bin Smith, Kamis (28/3/2019).

Para pendukung Bahar bin Smith kecewa atas keputusan hakim yang menyatakan sidang tertutup.

Saat itu, beberapa orang berteriak tak percaya usia saksi korban di bawah umur dan menolak untuk meninggalkan ruang sidang.

"Saya mau di sini, tetap bertahan," kata seorang pengunjung sidang.

Suasana sempat memanas. Kuasa hukum terdakwa dan pihak kepolisian terpaksa turun tangan mencoba membujuk pengunjung sidang untuk keluar.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Regional
Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

Regional
Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Regional
Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Warganya Sakit Makan Daging Busuk BPNT, Kepala Desa Ngamuk Buang Daging di Jalan

Regional
'Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua'

"Sejak Ada Corona, Pedagang Menderita Semua"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X