Ini Strategi Kementan untuk Capai Target Swasembada Bawang Putih 2021

Kompas.com - 29/03/2019, 12:54 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang pada tahun 2017 sukses menyelenggarakan program menuju swasembada bawang putihDok. Humas Kementrian Pertanian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang pada tahun 2017 sukses menyelenggarakan program menuju swasembada bawang putih

SEMARANG, KOMPAS.com – Kementerian Pertanian ( Kementan) memfokuskan untuk menyiapkan bibit unggul untuk menuju swasembada bawang putih pada 2021 mendatang. Ketersediaan bibit unggul sejauh ini masih menjadi masalah yang belum dapat dituntaskan.

Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian Suwandi, menjelaskan, pemerintah serius mencanangkan swasembada bawang putih untuk konsumsi pada 2021 mendatang. Namun untuk mencapai itu, fokus pertama yang dilakukan penyiapan benih unggul.

Untuk membuat benih unggul, harus ada tempat pengolahan benih, baik gudang atau cold storage. Untungnya, gudang-gudang penyiapan bibit saat ini sudah mulai bermunculan.

Baca juga: Ini Cara Kementan Ubah Impor Bawang Putih Jadi Swasembada


“Gudang salah satu syarat mutlak hilirisasi pasca panen, di Temanggung ada 6 tempat. Berkat Putih Abadi (BPA) ada dua tempat dengan kapasitas 2.000 ton, Wonosobo juga tampung 5.000 ton. Kondisi gudang cukup bagus, di tempat lain masih banyak gubug biasa,” kata Suwandi, seusai peresmian gudang untuk pembibitan bawang di Temanggung, Kamis (28/3/2019) sore kemarin.

Untuk membuat bibit unggul, diperlukan waktu sekitar 4 bulan. Namun jika menggunakan cold strorage, pembibitan bisa dilakukan dalam waktu 2 bulan. Pihaknya mendorong petani juga bisa menyimpan bawang menjadi bibit.

Suwandi menambahkan, total lahan tanam bawang putih tahun 2018 lalu mencapai 10 ribu hektare, dan akan meningkat menjadi 30 ribu hektare pada 2019 ini. Lahan akan ditanam di 110 kabupaten di seluruh wilayah di Indonesia. Sementara bibit bawang diambilkan dari hasil panen dari 10 ribu hektar.

Baca juga: Petani Diimbau Jadikan Bawang Putih Hasil Panen Sebagai Bibit agar Tak Impor

“Untuk proses jadi benih itu harus ada gudang. Jika satu perusahaan punya 7.000 ton, tentu ada gudang milik perusahaan lain, dari swadaya masyarakat. APBN juga anggarkan gudang penyiapan bibit,” tambahnya.

Owner CV BPA Danang mengatakan, pihaknya menyiapkan 3 gudang di wilayah Temanggung dan Wonosobo untuk menampung hasil pertanian petani.

Kapastias tiga gudang mencapai 7.000 ton milik 7 perusahaan. Semua hasil panen nantinya akan dijadikan benih untuk ditanam kembali di musim berikutnya.

“Gudang ini pasti tidak cukup, karena bibit dari luar seperti NTB juga pasti masuk,” katanya.

Baca juga: Impor Bawang Putih 100.000 Ton dari China, Bulog Siapkan Rp 500 Miliar

Untuk membuat benih unggul, kata dia, hasil panen akan dipilih sesuai dengan kualitasnya. Setelah dipilih, kemudian dikeringkan. Setelah kering, lalu dilakukan pengepakan dan dilakukan penyortiran ulang.

“Gudang juga disemprot 1 minggu sekali pestisida. Suhu maksimal 30 derajat. Gudang harus dalam kering. Kendala penyiapan benih itu hanya cuaca, karena panasnya kurang,” tambahnya. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Dokter Gigi yang Ditangkap Densus 88 di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Dokter Gigi yang Ditangkap Densus 88 di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Regional
Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

Regional
Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Regional
Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Soal Pelaporan Ustaz Abdul Somad, Polda NTT Masih Periksa Saksi Ahli

Regional
Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

Regional
6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

Regional
Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Mahasiswa Papua di Malang: Yang Lalu Biarkan Berlalu

Regional
Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Gempa Bogor, 25 Rumah Rusak, 200 Warga Mengungsi

Regional
Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Ada Penolakan Danau Rana Jadi Destintasi Wisata Dunia, Ini Tanggapan Pemkab Buru

Regional
Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Ayah yang 9 Tahun Jadikan 2 Putrinya Budak Seks Sadar Perkosa dan Ancam Bunuh Korban

Regional
Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Seorang Pria Perkosa Anak Majikan, Begini Kronologinya

Regional
3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

3 Tersangka Kerusuhan Manokwari Bakar Bendera Merah Putih dan Jarah ATM

Regional
Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Oknum Polisi yang Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua Dinonaktifkan dari Jabatannya

Regional
Ini 7 Rekomendasi Pansus Angket Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel

Ini 7 Rekomendasi Pansus Angket Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel

Regional
Di Yogyakarta Ada Gerakan Kembali ke Meja Makan Tanpa Gawai, Apa Itu?

Di Yogyakarta Ada Gerakan Kembali ke Meja Makan Tanpa Gawai, Apa Itu?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X