Polisi Mediasi Dugaan Order Fiktif Puluhan Kali di Pangkal Pinang

Kompas.com - 29/03/2019, 12:31 WIB
Ilustrasi Helm pengemudi GrabBike Kompas.com/Robertus BelarminusIlustrasi Helm pengemudi GrabBike

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Kepolisian menggelar mediasi terkait dugaan kasus orderan fiktif yang mencuat di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Respons diberikan pihak kepolisian setelah sebelumnya sejumlah driver ojek online Grab, mempersoalkan orderan puluhan kali yang diterima salah satu rekan mereka.

"Memang ada mereka datang. Dugaannya order fiktif sampai pencucian uang. Setelah dimediasi, tidak ada yang salah," kata Kasubnit Reskrim Mapolsek Tamansari, Ipda Nikko Panderi, kepada Kompas.com, di ruang kerjanya, Jumat (29/3/2019).


Baca juga: 5 Fakta Remaja Order Fiktif 185 Kali, Pengemudi Ojek Online Tuntut Bayar Pesanan hingga Dilakukan Selama Tiga Pekan

Menurut Nikko, persoalan bermula ketika sejumlah pengendara ojek online menduga adanya unsur fiktif dari orderan yang dilakukan konsumen.

Orderan tersebut mencapai 10 sampai 15 kali dalam sepekan yang jika diakumulasi berjumlah puluhan kali.

Kecurigaan muncul lantaran orderan diberikan konsumen yang sama dengan lokasi pembelian yang sama.

"Belanjanya seperti mie gelas, tapi selalu dibayar. Konsumen mengaku membeli berulang karena memanfaatkan promo," ujar Nikko.

Nikko memastikan, tidak ada penahanan meskipun konsumen yang dicurigai sempat dipanggil. Namun, sejumlah driver ojek online mengaku kurang puas.

Sebab, salah satu rekan mereka diberhentikan setelah aplikasi melacak orderan yang sama dengan orang yang sama secara berulang.

"Kalau kami melihat tidak ada unsur penipuan antara konsumen dengan drivernya. Hanya aplikasi mereka sepertinya tidak membolehkan berulang-ulang," sebut Nikko.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Regional
BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

Regional
Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Regional
Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Regional
Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Regional
Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Regional
Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Regional
Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Regional
Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Regional
Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Regional
LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

Regional
Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Regional
Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Regional
Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X