BPKH Kelola Dana Haji Rp 113 Triliun dari Total 4,1 Juta Jemaah

Kompas.com - 28/03/2019, 17:04 WIB
Anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Abdul Hamid Paddu KOMPAS.com/HENDRA CIPTOAnggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Abdul Hamid Paddu

MAKASSAR, KOMPAS.com – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengelola dana haji sebesar Rp 113 triliun dari total 4,1 juta jemaah seluruh Indonesia. Dana tersebut terkumpul hingga Februari 2019.

Hal tersebut disampaikan anggota Dewan Pengawas BPKH, Abdul Hamid Paddu saat dikonfirmasi usai acara Diseminasi Pengawasan Aktifitas Efisiensi, Operasional dan Kemaslahatan Haji Dengan Stakeholder Perhajian yang digelar di Hotel Rinra, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Kamis (28/3/2019).

Dana haji yang terkumpul hingga Februari 2019 sebesar Rp 113 triliun dari total 4.1 juta jemaah. Dana haji itu ditempatkan di perbankan maupun di investasi. Kedua-duanya dalam bentuk syariah. Kemudian ada nilai manfaat atau keuntungan, dan semua hasilnya akan diserahkan ke pelaksanaan haji untuk menutupi kekurangan pembiayaan jemaah haji,” katanya.

Baca juga: BPKH Kaji Peluang Investasi Dana Haji ke Sektor Infrastruktur


Menurut Abdul Hamid Paddu, dana haji sangat perlu dikelola dengan baik. Sebab, jumlah biaya jemaah haji per orang yang sudah dihitung oleh Kementerian Agama sebesar Rp 70 juta per jemaah. Sementara pemerintah telah menetapkan biaya haji yang dibayar oleh jemaah hanya sebesar Rp 35 juta.

“Jadi ada selisih biaya haji yang disetorkan jemaah dan biaya haji sebenarnya. Untuk menutupi kekurangan biaya haji itu, perlu investasi dan hasil nilai manfaat dari investasi itu yang menutupinya. Seperti dana jemaah itu ditabung atau diinvestasikan dalam bentuk syariah, itulah yang menutupi kekurangan biaya haji. Jadi ada namanya jemaah menunggu untuk berhaji, di mana dananya kekumpulkan dan dikelola,” katanya.

Abdul Hamid Paddu mengatakan, masing-masing jemaah yang telah mendaftar haji hanya menyetorkan dana sebesar Rp 25 juta. Dari dana yang disetorkan itu, sebagian yang dikelola dan sebagian lagi disimpan di bank syariah. Kekurangannya Rp 10 juta dari nilai biaya perjalanan haji Rp 35 juta dilunasi saat hendak melaksanakan haji.

“Lima sampai enam tahun kan akan terus bertambah itu dana jemaah. Nah, itulah dana yang disimpan jemaah itu dikelola dan ada hasil manfaatnya untuk menutupi kekurangannya,” paparnya.

Abdul Hamid Paddu menjelaskan, sebagian dana jemaah diinvestasikan langsung pada hal yang berkaitan dengan haji seperti hotel di Mekkah dan Madinah. Di Mekkah dan Madinah, tidak ada orang luar yang memiliki lahan di sana. Jadi investasinya itu dalam bentuk kerja sama atau bermitra dengan perusahaan-perusahaan di sana.

“Investasi dalam bentuk bermitra pengusaha hotel itu nanti ada hasilnya. Kalau Kemenang akan menggunakan hotel, tarifnya pasti lebih murah dari harga biasanya. Jadi kita dapat keuntungan, yaitu investasi dan efisiensinya,” terangnya.

Abdul Hamid Paddu menuturkan, investasi terus akan dilakukan pada hal yang berkaitan dengan haji. Tahun 2019, BPKH akan melakukan investasi dalam usaha katering modern oleh perusahaan Muasasa yang ditunjuk oleh Raja di Arab.

“Dalam investasi katering modern, kami bertiga BPKH, Muasasa, dan Garuda Aero Wisata yang mempunyai tehnologi canggih katering yang bekerja sama. Kita juga dapat hasilnya dari investasi di bidang katering,” tandasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Regional
Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Regional
Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Regional
Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Regional
Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Regional
Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Regional
'Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang'

"Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang"

Regional
Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Regional
DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

Regional
Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Regional
Ucapan Selamat kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin dari Asmat Papua

Ucapan Selamat kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin dari Asmat Papua

Regional
Fakta Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan yang Datang ke Istana, Kader Golkar yang Peduli Pada Lansia

Fakta Tetty Paruntu Bupati Minahasa Selatan yang Datang ke Istana, Kader Golkar yang Peduli Pada Lansia

Regional
Densus 88 Dimarahi Pemilik Indekos yang Disewa Terduga Teroris, Disuruh Buka Sepatu

Densus 88 Dimarahi Pemilik Indekos yang Disewa Terduga Teroris, Disuruh Buka Sepatu

Regional
Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Jam 2 Dini Hari, Orangtua Heran

Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Jam 2 Dini Hari, Orangtua Heran

Regional
Pemprov Sulsel Gandeng KPK untuk Tingkatkan Kapasitas Humas

Pemprov Sulsel Gandeng KPK untuk Tingkatkan Kapasitas Humas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X