Periksa 5 Saksi Terkait Pembunuhan Calon Pendeta, Polisi Belum Temukan Titik Terang Pelaku

Kompas.com - 28/03/2019, 14:09 WIB
Anjing pelacak dari Polda Sumsel diturunkan ke  areal PT PSM Divisi 3 blok F19 dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI yang merupakan TKP pembunuhan seorang calon pendeta inisial MZ, Rabu (27/3/2019). HANDOUT/POLRES OKIAnjing pelacak dari Polda Sumsel diturunkan ke areal PT PSM Divisi 3 blok F19 dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI yang merupakan TKP pembunuhan seorang calon pendeta inisial MZ, Rabu (27/3/2019).

 

PALEMBANG, KOMPAS.com — Sebanyak lima saksi telah diperiksa oleh penyidik gabungan di Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, terkait tewasnya seorang pendeta berinisial MZ (24).

Para saksi yang diperiksa tersebut merupakan orang yang terakhir kali bertemu dengan korban serta di sekitar lokasi kejadian, yakni di areal Perkebunan Sawit PT PSM, Sungai Baung, OKI, Sumatera Selatan. 

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi mengatakan, keterangan para saksi dibutuhkan untuk melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku.

Baca juga: Menelusuri Jejak Pelaku Pembunuhan Calon Pendeta di OKI, Anjing Pelacak Kebingungan hingga 5Saksi Diperiksa

Keterangan itu akan dicocokkan dengan saksi kunci, yakni NP (9), yang saat ini masih dalam tahap pemulihan karena mengalami trauma.

"Lima saksi sudah diperiksa, tapi belum ada yang dicurigai karena masih mencari keterangan. Nanti akan dicocokkan dengan keterangan saksi kunci," kata Supriadi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (28/3/2019).

Supriadi melanjutkan, pihaknya saat ini fokus untuk pemulihan NP. Sebab, NP merupakan korban yang berhasil selamat dari kejadian pembunuhan yang menimpa MZ.

Namun, dalam pemeriksaan nanti petugas akan tetap menunggu korban benar-benar sembuh dari trauma yang dialami, terlebih korban seorang anak yang masih berumur 9 tahun.

"Harus benar-benar sudah tenang dan tidak trauma lagi baru bisa dimintai keterangan. Kondisinya sekarang memang sudah membaik," ujar dia.

Baca juga: Kapolda Sumsel: Pembunuh Calon Pendeta Sangat Kejam, Saya Pastikan Sikat Pelaku...

MZ sebelumnya diduga dibunuh dua pelaku ketika pulang berbelanja bersama seorang muridnya, NP (9), dari Pasar Jeti, Sungai Baung, Kabupaten OKI, Senin (25/3/2019) sore.

Jemaat Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII) dikejutkan ketika NP pulang dalam kondisi ketakukan.

Gadis kecil itu mengaku mereka telah diculik oleh dua orang. MZ pun ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana serta tangan dan kaki terikat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Regional
Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Regional
6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

Regional
Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Regional
Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Regional
Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak 'Wikwik' Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak "Wikwik" Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Tersisa 1 Pasien Positif, Pemkab Maluku Barat Daya Yakin Segera Bebas dari Covid-19

Regional
Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Cari Kayu Bakar, Warga Malah Temukan Mayat Bayi Terbungkus Plastik

Regional
Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Berapa Biaya Rapid Test di Bandara RHF Tanjungpinang?

Regional
Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Fakta Satpol PP Foto dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta, Dipinjami Komunitas Saat Bertugas

Regional
Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Gadis yang Hilang Saat Beli Pulsa Ditemukan Kejang di Pinggir Jalan

Regional
'Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah'

"Jangankan Punya Sepeda Brompton, Anggota Satpol PP Saja Hidupnya Masih Susah"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X