Kompas.com - 28/03/2019, 09:42 WIB
Sidang pembacaan pledoi terdakwa perkara suap Bupati Mojokerto di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (27/3/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALSidang pembacaan pledoi terdakwa perkara suap Bupati Mojokerto di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (27/3/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak lima orang terdakwa perkara suap izin tower telekomunikasi Mojokerto kompak menolak disebut terlibat aktif dalam praktik suap seperti yang disebut dalam tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi.

Justru mereka menyebut dirinya sebagai korban pemerasan oleh mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa.

Bantahan itu disampaikan para terdakwa dalam nota pembelaan atas tuntutan jaksa atau pledoi di Pengadilan Tipikor Surabaya, Rabu (27/3/2019).

Kelima terdakwa adalah, Onggo Wijaya, Direktur PT Protelindo, Ockyanto Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Grup (TBG), Nabiel Tirtawano dari kontraktor swasta, Achmad Subhan mantan Wakil Bupati Malang, dan Achmad Suhawi Direktur PT Sumajaya Citra Abadi.

Baca juga: Terima Suap, Mantan Bupati Mojokerto Divonis 8 Tahun Penjara

Stefanus Harjanto, Kuasa hukum Ockyanto, mengatakan, kliennya sudah menempuh prosedur sebagai syarat memperoleh perizinan. Namun persyaratan perizinan dinilai belum cukup, kliennya harus membayar fee yang diminta Bupati.

"Jika tidak, maka Bupati tidak akan mengeluarkan izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) yang merupakan prasyarat untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB)," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas dasar itu, fakta yang sebenarnya terjadi adalah pemerasan dan bukan penyuapan. "Klien kami diperas karena diancam, bukan kami yang punya inisiatif menyuap," ujarnya.

Praktik penyuapan yang dilakukan kliennya sejatinya juga untuk menjaga stabilitas jaringan internet untuk warga Mojokerto.

"Tower harus tetap berdiri dan beroperasi, jika tidak, jaringan internet di Mojokerto akan terganggu, bahkan akan terjadi kiamat internet di Mojokerto," ucapnya.

Baca juga: Dari 22 Tower Telekomunikasi, Mantan Bupati Mojokerto Minta Rp 4,4 M

Sayangnya, materi pembelaan atas tuntutan tidak membuat jaksa KPK kendor. Taufiq Ibnugroho, salah satu tim jaksa KPK menegaskan jika jaksa tidak akan mengubah tuntutan. "Kami tetap pada tuntutan yang telah kami sampaikan pada 22 maret lalu," tegasnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.