Titik Api Karhutla di Dumai Sulit Dijangkau, "Water Bombing" Dikerahkan

Kompas.com - 27/03/2019, 22:27 WIB
Helikopter water bombing membantu pemadamam karhutla di Jalan Dahlia, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, Rabu (27/3/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGHelikopter water bombing membantu pemadamam karhutla di Jalan Dahlia, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, Rabu (27/3/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Upaya pemadamam api kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di Jalan Dahlia, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, melibatkan satu unit helikopter water bombing milik BNPB, Rabu (27/3/2019).

Water bombing diperbantukan, karena sulit untuk menjangkau titik api.

Pantauan Kompas.com, heli itu tampak datang sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian beberapa kali bolak-balik mengambil air ke laut untuk menyiram kepala api. Upaya itu dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Penyiraman air dilakukan pada titik api yang sedang membesar. Kepulan asap warna putih bercampur hitam, membumbung tinggi ke udara.

Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan di Dumai Semakin Parah, Api Sulit Dipadamkan

Petugas Manggala Agni, TNI, Polri dan masyarakat yang melakukan pemadaman dari darat merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan water bombing tersebut.

"Alhamdulillah, kita dibantu water bombing. Kita sangat terbantu, karena titik api di ujung Jalan Dahlia tidak ada akses mau ke sana," ucap Komandan Regu (Danru) II Manggala Agni Daops Dumai Abdul Mutalib saat diwawancarai Kompas.com, Rabu.

Dia mengatakan, pemadamam karhutla di Jalan Dahlia sudah berlangsung lebih kurang dua pekan. Namun, api belum berhasil dikuasai sepenuhnya.

"Sekarang ada beberapa titik api yang baru muncul. Sehingga, kita melakukan penyekatan agar api tidak meluas," sebut Mutalib.

Pemadaman dari darat cukup sulit dilakukan, sebab kebakaran terdapat tanah gambut yang dalamnya sekitar empat sampai lima meter.

Baca juga: Kunjungan Jokowi ke Dumai dan Harapan Peningkatan Elektabilitas

Tak hanya itu, petugas juga kesulitan memadamkan api di semak belukar, yang dipenuhi kabut asap.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Regional
'Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X