Mahasiswa di 80 Perguruan Tinggi NU Bisa Belajar di 64 Universitas Luar Negeri

Kompas.com - 27/03/2019, 20:16 WIB
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir saat mengunjungi Universitas Islam Malang (Unisma) Kota Malang, Rabu (27/3/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKMenteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir saat mengunjungi Universitas Islam Malang (Unisma) Kota Malang, Rabu (27/3/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 80 Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dalam negeri menjalin kerja sama di bidang pengembangan kemajuan teknologi dan kemanusiaan dengan 64 perguruan tinggi luar negeri melalui Global Summit of University Leader (GSoUL) 2019.

Kerja sama itu ditandai dengan deklarasi oleh masing - masing pimpinan perguruan tinggi di halaman Universitas Islam Malang (Unisma) Kota Malang, Rabu (27/3/2019).

Rektor Unisma Masykuri mengatakan, 64 perguruan tinggi luar negeri yang turut dalam kerja sama itu tersebar di 24 negara. Sedangkan, deklarasi kerja sama itu hanya dihadiri oleh 20 perwakilan perguruan tinggi dari 14 negara.

Melalui kerja sama itu, nantinya akan ada program pertukaran pelajar yang menjadi ajang tranfer ilmu pengetahuan antar-perguruan tinggi.

"Di situ akan banyak dilakukan tentang darmasiswa, summer program, kemudian juga kita tukar menukar mahasiswa, tukar menukar dosen, bahkan juga memberikan beasiswa. Mereka (mahasiswa asing) bisa kuliah satu tahun di sini, di sana tiga tahun. Begitu juga sebaliknya," katanya.

Baca juga: Tiga Fokus Menristekdikti M Nasir Hadapi Revolusi Industri 4.0

Masykuri memastikan bahwa perguruan tinggi yang tergabung dalam kerja sama itu merupakan perguruan tinggi yang berada pada level menengah ke atas di negaranya. Sehingga, kualitas perguruan tinggi tersebut tidak diragukan lagi.

"Tentu kita melihat tentang profil mereka, kira-kira memungkinkan untuk kerja sama dengan kita atau tidak. Tentu kita mengambil perguruan tinggi yang sudah memiliki level menengah ke atas," jelasnya.

Maki Sugimura, perwakilan dari Universitas Nihon Jepang mengatakan, kerja sama itu akan menjadi tukar pikiran antarperguruan tinggi.

"Ini sangat bagus. Komunikasi antar negara ini bagus. Akan mempertemukan banyak pandangan," ungkapnya.

Baca juga: Beasiswa Santri Akan Dibuka, Ini Daftar 18 Perguruan Tinggi dan Jurusannya

Sementara itu, perguruan tinggi luar negeri yang hadir dalam deklarasi itu diantaranya, Agaba University of Technology Jordan, Burapha University Thailand, Dong Mai Technology University Vietnam.

Kemudian Institute of Business Timor Leste dan Kolej University Perguruan Ugama Sri Begawan, Brunei Darussalam.

Ada juga Mindanau State University Philipina, Moscow City University, Rusia. National Dong Hwa University Taiwan, National University of Kaohsiung Taiwan, Nihon University Jepang, University of Dili, Timor Leste dan University Malaysia Kelantan, Malaysia.

Adapun perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam kerja sama itu diantaranya adalah Unisma, Universitas Wahid Hasyim Semarang, Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta, Universitas Islam Bandung dan Universitas Ibnu Khaldun Bogor dan PTNU lainnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Miras dan Berjudi di Tengah Corona, Sekelompok Pemuda Dihukum Rendam di Kolam Sampah

Pesta Miras dan Berjudi di Tengah Corona, Sekelompok Pemuda Dihukum Rendam di Kolam Sampah

Regional
Kapal Yacht dari Australia Dibegal di Perairan Lampung

Kapal Yacht dari Australia Dibegal di Perairan Lampung

Regional
5 Hari Hilang di Hutan, Pria Ini Makan Beras dan Minum Air dari Lumut untuk Bertahan Hidup

5 Hari Hilang di Hutan, Pria Ini Makan Beras dan Minum Air dari Lumut untuk Bertahan Hidup

Regional
Kalsel Butuh Tiga Bulan Persiapan untuk Terapkan New Normal

Kalsel Butuh Tiga Bulan Persiapan untuk Terapkan New Normal

Regional
Pecat 109 Tenaga Medis, Bupati Ogan Ilir Persilakan Ombudsman Datang

Pecat 109 Tenaga Medis, Bupati Ogan Ilir Persilakan Ombudsman Datang

Regional
Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Untuk Pertama Kalinya, Jalur Gentong Tasikmalaya Tak Macet Saat Lebaran

Regional
Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Ditunjuk Jokowi, Gorontalo Kaji Penerapan New Normal agar Masyarakat Tak Bingung

Regional
Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Regional
Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Kendaraan yang Diminta Putar Balik di Tol Jakarta-Cikampek Didominasi Mobil Pribadi

Regional
Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Usai Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Sempat Tak Mengaku

Regional
Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Pemprov DIY Susun Aturan Penerapan New Normal

Regional
Video Viral Warga Desa 'Usir' Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Video Viral Warga Desa "Usir" Pendatang dengan Meriam Bambu, Ini Faktanya

Regional
Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Bupati Ogan Ilir Tegaskan Tidak Akan Menerima 109 Tenaga Medis yang Sudah Dipecat

Regional
Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Wagub Kaltim Sebut APBD Tak Mampu Tangani Banjir Samarinda, Butuh Bantuan Pusat

Regional
Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Antisipasi Arus Balik Lebaran, Masuk Bali via Pelabuhan Ketapang Harus Punya Surat Bebas Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X