TKP Rusak, Anjing Pelacak Tak Bisa Endus Jejak Pelaku Pembunuhan Calon Pendeta

Kompas.com - 27/03/2019, 19:21 WIB
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memberikan keterangan terkati kasus dugaan pemerkosaan bidan Y usai menghadiri rapat koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan (Karhutla) Provinsi Sumsel, di kantor Gubernur Sumsel, Selasa (12/3/2019).
KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memberikan keterangan terkati kasus dugaan pemerkosaan bidan Y usai menghadiri rapat koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan (Karhutla) Provinsi Sumsel, di kantor Gubernur Sumsel, Selasa (12/3/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Tim K9 dengan anjing pelacak Polda Sumatera Selatan mengalami kesulitan untuk mencari jejak para pelaku pembunuhan MZ (24), di areal PT PSM Divisi 3, Blok F19 Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI.

Sebab, tempat kejadian perkara (TKP) yang didatangi polisi tersebut telah dalam keadaan rusak dan dimasuki oleh banyak warga.

Baca juga: Hasil Visum, Ada Bercak Sperma Pelaku Ditubuh Calon Pendeta yang Tewas Dibunuh

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, hasil olah TKP sebelumnya diharapkan bisa mencari jejak para pelaku yang tertinggal.

Namun, dengan kejadian tersebut, mereka saat ini berfokus kepada keterangan saksi kunci yakni NP (9), yang selamat dari kejadian tersebut.

"Saya sudah perintahkan bawa anjing pelacak. Ternyata, anjing pelacak sudah tidak bisa lagi mencari jejak di TKP. Karena sudah rusah banyak masyarakat masuk segala macam. Karena kan masih baru dugaan saya kan masih bisa olah TKP dengan anjing pelacak, tapi ternyata anjing pelacak tak mampu menemukan, hanya berputar-putar saja," kata Zulkarnain, usai menghadiri acara Alex Noerdin Cup, di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (27/3/2019).

Baca juga: Calon Pendeta yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana Dikenal Ramah dan Pintar

Zulkarnain melanjutkan, untuk kondisi NP saat ini memang masih dalam kondisi pemulihan dan belum bisa dimintai keterangan secara mendalam, karena masih trauma.

Pihak kepolisian pun akan melakukan pendampingan psikologis kepada gadis kecil itu agar segera kembali pulih.

"Kondisinya masih trauma, nanti akan dikonsultasikan, apakah korban dibawa di Palembang atau tetap di rumahnya, tentu berdasarkan izin dari orangtua korban," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Regional
'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

"Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

Regional
Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Regional
Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

Regional
Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Regional
'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

"Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

Regional
'Saya Melihat Darah Begitu Banyak tapi Tak Merasa Sakit'

"Saya Melihat Darah Begitu Banyak tapi Tak Merasa Sakit"

Regional
3 Wanita yang Main TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Didenda Rp 500.000

3 Wanita yang Main TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Didenda Rp 500.000

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Blitar, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Blitar, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Tiga Wanita yang Joget TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Polisi Beri Sanksi

Tiga Wanita yang Joget TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Polisi Beri Sanksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X