Pakai Aplikasi e-Grower, Petani Pisang di Lampung Raih Omzet Rp 3,4 Juta Per Minggu

Kompas.com - 27/03/2019, 19:13 WIB
Kelompok koperasi melakukan pencucian pisang yang akan dikemas untuk di ekspor ke luar negeri. KOMPAS.com/ ENI MUSLIHAHKelompok koperasi melakukan pencucian pisang yang akan dikemas untuk di ekspor ke luar negeri.

Ketua Koperasi Makmur Hijau M Noer Saleh mengatakan, koperasi yang berdiri sejak setahun terakhir kini beranggotakan 209 petani dan telah memutarkan uang senilai Rp 300 juta per minggu. Itu baru dari komoditas pisang mas saja.

"Koperasi inilah yang berfungsi menerima hasil panen petani dan mendistribusikan kepada perusahaan untuk diekspor ke sejumlah negara," kata Saleh.

Untuk menjaga kualitas hasil pertanian pisang, petani diwajibkan memiliki aplikasi e-Grower. Aplikasi ini memuat fitur perencanaan tanam dan panen, penghitungan hasil dan kontrol jika ada permasalahan di lapangan.

"Kami mendapat kemudahan yang jelas informasi dari pertanian dan teknologi. Dengan penerapan e-grower, petani jadi cepat mendapatkan penanganan masalah dan juga mengetahui kualitas panen," kata dia.

"Kegagalan panen bisa diatasi di kalangan petani sendiri, karena kami terhubung langsung dengan pendamping. Tetapi belum bisa diukur dengan rupiah untuk saat ini," ujarnya lagi.

Tetapi petani bisa meraih omzet minimal sekitar Rp3.450.000 per minggu.

Untuk pelaksanaannya masih ada kendala. Misalnya, petani belum terbiasa mengoperasikan gawai serta akses internet yang belum merata.

"Kalau orangtua yang kurang familiar dengan gadget ya yang dilatih anaknya dan seperti Kecamatan Ulubelu, jaringan internetnya masih ada kendala di sana," kata dia.

Sistem shared value

Menurut Welly Soegiono, Corporate Affairs Director PT Great Giant Pineapple (GGP), dengan keterbatasan lahan, pihaknya ingin mengembangkan produk yang mempunyai potensi ekspor.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X