Kompas.com - 27/03/2019, 14:37 WIB
Fuad Benardi usai diperiksa di Mapolda Jatim, Selasa (26/3/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALFuad Benardi usai diperiksa di Mapolda Jatim, Selasa (26/3/2019)

KOMPAS.com — Polda Jawa Timur (Jatim) telah menetapkan enam tersangka dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya.

Para tersangka tersebut dijerat Pasal 192 Ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 63 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Sementara itu, dalam pemeriksaan, nama putra sulung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Fuad Bernardi, disebut-sebut turut terlibat.

Fuad akhirnya menjalani pemeriksaan di Polda Jatim untuk menjelaskan keterlibatannya dalam kasus tersebut.

Baca fakta selengkapnya berikut ini:

1. Sebanyak enam orang telah menjadi tersangka

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki HermawanKOMPAS.com/GHINAN SALMAN Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan

Polda Jawa Timur sudah menetapkan enam tersangka dalam kasus amblesnya Jalan Gubeng. Para tersangka dijerat Pasal 192 Ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 63 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Mereka adalah BS yang menjabat Direktur PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE), RW (Project Manager PT NKE), AP (Site Manager PT NKE), RH (Project Manager PT Saputra Karya), LAH (Struktur Engineering Supervisor PT Saputra Karya), dan AK (Struktur Supervisor PT Saputra Karya).

Seperti diketahui, pada 17 Desember 2018,  sebagian Jalan Gubeng ambles sedalam kurang lebih 10 meter sepanjang 50 meter pada 17 Desember lalu.

Selain mematahkan jaringan pipa saluran air, amblesnya jalan juga merusak jaringan kabel dan fasilitas umum yang ada di atasnya serta merusak halaman kantor bank BUMN dan sebuah toko busana.

Jalan raya arteri tersebut sempat ditutup total selama 10 hari untuk kepentingan penyelidikan dan pengurukan serta normalisasi. Jalan Gubeng kembali bisa dilewati pada 27 Desember 2018.

Baca Juga: Ada Rumah dan Bangunan Rusak Jelang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

2. Fuad diperiksa terkait perizinan

Jalan Raya Gubeng, Surabaya, terpantau ramai lancar setelah akses jalan bisa digunakan kembali dan resmi dibuka pada Kamis (27/12/2018) petang pukul 18.00 WIB.istimewa Jalan Raya Gubeng, Surabaya, terpantau ramai lancar setelah akses jalan bisa digunakan kembali dan resmi dibuka pada Kamis (27/12/2018) petang pukul 18.00 WIB.
Polisi memeriksa Fuad karena namanya disebut sejumlah saksi yang sudah diperiksa dalam kasus amblesnya sebagian Jalan Gubeng pada November 2018.

"Nama F muncul dan disebut dari saksi-saksi yang sebelumnya kami periksa. Jadi penyidik ingin mengklarifikasi," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur Kombes Akhmad Yusep Gunawan kepada wartawan, Selasa.

Namun, polisi enggan menjelaskan detail sejauh mana putra Risma tersebut berperan dalam kasus itu.

"Penyidik masih perlu mengonfrontasi dengan saksi lain. Nanti akan didalami lagi. Ini masih panggilan pertama," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera sebelumnya menyebut, Fuad berperan di wilayah perizinan dalam kasus tersebut.

"Inisial F terkait perizinan," katanya.

Baca Juga: Akhirnya Jalan Raya Gubeng Bisa Digunakan Lagi

3. Fuad: Saya tidak tahu apa-apa

Sebagian badan jalan di Gubeng, Surabaya, mendadak ambles pada Selasa (18/12/2018) malam.KOMPAS.com/ DISHUB SURABAYA Sebagian badan jalan di Gubeng, Surabaya, mendadak ambles pada Selasa (18/12/2018) malam.

Fuad mendatangi gedung Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Selasa (26/3/2019).

Mengenakan kemeja berwarna biru, Fuad keluar dari ruangan Tipiter Gedung Ditreskrimsus Polda Jawa Timur sekitar pukul 12.30 WIB.

Kepada wartawan, Fuad mengaku diperiksa sejak pukul 09.00 WIB dengan 20 pertanyaan.

"Ada 20 pertanyaan," kata Fuad kepada wartawan singkat.

Fuad juga menjelaskan, dirinya diperiksa perihal amblesnya Jalan Gubeng. Sayangnya, dia enggan menjelaskan apakah pemeriksaan terkait perizinan atau perencanaan.

"Perencanaan? Perencanaan apa itu?" jawab Fuad. Fuad juga mengaku tidak tahu apa-apa soal amblesnya Jalan Gubeng.

"Saya tidak tahu apa-apa. Yang penting saya datang," kata Fuad.

Baca Juga: Putra Sulung Wali Kota Risma Diperiksa Polisi Terkait Kasus Amblesnya Jalan Gubeng

4. Polisi tak tebang pilih terkait kasus Jalan Gubeng

Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan (tengah) menunjukkan foto barang bukti kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya, Rabu (22/1/2019)KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan (tengah) menunjukkan foto barang bukti kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya, Rabu (22/1/2019)

Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, perkembangan pemeriksaan terhadap F menunjukkan penegakan hukum di Jawa Timur tidak tebang pilih.

"Tidak seperti yang disangkakan orang bahwa penegakan hukum itu tumpul di atas dan tajam ke bawah," katanya.

Seperti diketahui, polisi terus memanggil para saksi untuk mengungkap kasus amblesnya Jalan Gubeng tersebut.

"Penyidik ingin memperoleh gambaran yang komprehensif tentang kasus ini," ujar Barung.

Baca Juga: Malam Tahun Baru, Jalan Raya Gubeng Surabaya Boleh Dilalui

Sumber: KOMPAS.com (Achmad Faizal)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X