Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

Kompas.com - 26/03/2019, 23:18 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang (kiri) saat bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi di Kupang, Kamis (21/3/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang (kiri) saat bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi di Kupang, Kamis (21/3/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) Josef Nae Soi, mengatakan, pihaknya telah menetapkan pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT.

Karena itu sebut Josef, sejumlah langkah nyata telah mulai dibuat oleh Pemerintah Provinsi di antaranya pemberlakuan English Day.

Selain itu yang paling penting yakni upaya untuk melakukan konservasi terhadap Komodo dengan menutup Pulau Komodo selama setahun.

Menurut Josef, orang dari seluruh dunia mau lihat Komodo yang asli, sehingga pihaknya mau kembalikan habitat komodo ke habitat semula.


Baca juga: Ini Opsi Wapres Kalla Atasi Persoalan Pulau Komodo

"Komodo yang asli, begitu lihat mangsanya, dia langsung kejar, liar dan buas. Juga kita ingin kembalikan ekosistem dan rantai makanan di pulau Komodo. Kemudian kita jual ke dunia dengan sistem kuota. Kalau mau liat yang asli, bayarnya harus mahal,” jelas Josef, saat bertemu dengan sejumlah anggota DPR RI dan pejabata dari Kementerian Pariwisata, Selasa (26/3/2019).

Langkah lainnya, lanjut Josef, adalah dengan mendorong kabupaten dan kota untuk melakukan festival seperti festival Komodo di Manggarai Barat, Pasola di Sumba, Ikan Paus di Lembata.

Selanjutnya, panggil Ikan duyung di Alor, Reba di Bajawa, Kelaba Maja di Sabu, Semana Santa dan festival-festival lainnya.

Baca juga: Pemprov NTT Pastikan Hanya Pulau Komodo yang Ditutup pada 2020

 

Kerja sama

Josef menyebut, keterlibatan Pemerintah Pusat dalam mendukung berbagai kegiatan festival ini sangat dibutuhkan.

“Kami juga berupaya untuk menyiapkan sumberdaya manusia berkualitas untuk mengembangkan pariwisata. Sekarang kami lagi seleksi untuk mendapatkan pemuda-pemudi NTT sebanyak 25 orang untuk magang pendidikan vokasional pariwisata di Griffith University Queensland Australia," jelasnya

Pihaknya lanjut Josef, bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang. Sedangkan dananya bukan dari APBD tapi dari CSR dan sumber pendanaan lainnya.

"Kami juga berkoordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika untuk mendukung jaringan internet dalam pengembangan pariwisata," ujar dia.

Baca juga: Tahun 2020, Pulau Komodo akan Ditutup Sementara Selama Setahun

Josef juga meminta dukungan khususnya pendanaan dari pemerintah pusat terkait aksesibilitas infrastruktur ke daerah pariwisata. Juga, untuk pengembangan akomodasi masyarakarat dalam mengembangkan pariwisata.

“Kami minta dukungan pengembangan bandara di Kabupaten Sabu Raijua. Kami juga kesulitan untuk mengembangkan apa yang kami namakan Ring of Beauty terutama kapal-kapal fery untuk melayani dan menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya di NTT," kata Josef.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Dekat Permukiman Warga di Riau

Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Dekat Permukiman Warga di Riau

Regional
4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

Regional
Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Regional
Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Regional
Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Regional
Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Regional
Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Regional
Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Regional
Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Regional
Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Regional
Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Regional
BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Regional
3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

Regional
Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Regional
Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X