Polda Papua Tangkap Penyelundup 5.050 Kura-kura Moncong Babi dari Asmat ke Mimika

Kompas.com - 26/03/2019, 17:34 WIB
Barang bukti kura-kura moncong babi yang diamankan polisi di Jalan Irigasi, Gang Durian, Kota Timika, Selasa (26/3/2019) KOMPAS.com/ISTIMEWABarang bukti kura-kura moncong babi yang diamankan polisi di Jalan Irigasi, Gang Durian, Kota Timika, Selasa (26/3/2019)


TIMIKA, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua mengamankan dua pelaku penyelundupan 5.050 kura-kura moncong babi dari Asmat, ke Timika.

Kedua pelaku penyelundupan Abdul Latif Hame (49) dan Abdul Tahir (34), diamankan pada Selasa (26/3/2019) pagi di Jalan Irigasi, Gang Durian, Kota Timika.

Dari 5.050 kura-kura moncong babi yang diamankan, 250 ekor dalam keadaan mati dan 4.800 dalam keadaan hidup.

Baca juga: Diselundupkan via Bandara, 1.500 Kura-kura Langka Dilakban dalam Koper


Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, kedua pelaku diduga kuat melakukan tindak pidana di bidang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Hal tersebut mengacu UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yaitu menampung dan memiliki Satwa dilindungi jenis kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta).

"Penangkapan dipimpin oleh Ipda Irmun Jaya bersama dengan 3 personel lainnya yaitu Aipda Abd Rifai Duwila, Brigpol Marthen Luther Wengge, Briptu Syarif Mazhar Al-Idrus, dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua," kata Kamal, dalam keterangan tertulisnya, Selasa sore.

Menurut Kamal, Satwa tersebut dibawa oleh keduanya dari Kota Agats, Kabupaten Asmat, ke Timika, Kabupaten Mimika, dan di tampung di sebuah rumah di Jalan Irigasi, Gang Durian, Kota Timika.

Baca juga: Penyelundupan 3.300 Ekor Kura-kura Moncong Babi di Malaysia Digagalkan

Kedua pelaku kini dijerat dengan Pasal 40 Ayat (2) jo Pasal 21 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

"Sementara kasus ini telah ditangani oleh Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua di-back up Sat Reskrim Polres Mimika," pungkas Kamal.

 

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Doa Sang Anak untuk Rosna, Wanita Pertama Asal Maluku yang Taklukan Carstensz

Ini Doa Sang Anak untuk Rosna, Wanita Pertama Asal Maluku yang Taklukan Carstensz

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ular Berkaki Ditemukan Mati di Karhutla Riau | Ibu Muda Lahirkan Bayi Kembar 4

[POPULER NUSANTARA] Ular Berkaki Ditemukan Mati di Karhutla Riau | Ibu Muda Lahirkan Bayi Kembar 4

Regional
Mi Rebus hingga Ikan Palumara, Menu Andalan Kantin Arowana Mace Ardi Unhas yang Sulit Dilupakan

Mi Rebus hingga Ikan Palumara, Menu Andalan Kantin Arowana Mace Ardi Unhas yang Sulit Dilupakan

Regional
Fakta Kasus Kematian Zaenal Usai Berkelahi dengan Polisi, Dipukul di Halaman Satlantas hingga Mobil Patroli

Fakta Kasus Kematian Zaenal Usai Berkelahi dengan Polisi, Dipukul di Halaman Satlantas hingga Mobil Patroli

Regional
Kisah Kantin Legendaris Arowana Mace Ardi Unhas, Bisa Utang hingga Jadi Tempat Mengadu Mahasiswa

Kisah Kantin Legendaris Arowana Mace Ardi Unhas, Bisa Utang hingga Jadi Tempat Mengadu Mahasiswa

Regional
Fakta di Balik Ibu Muda Lahirkan Bayi Kembar 4, Tak Ada Keturunan hingga 1 Dapat Penangan Khusus

Fakta di Balik Ibu Muda Lahirkan Bayi Kembar 4, Tak Ada Keturunan hingga 1 Dapat Penangan Khusus

Regional
Fakta Video Asusila Guru Honorer di Purwakarta, Sakit Hati hingga Terancam 6 Tahun Penjara

Fakta Video Asusila Guru Honorer di Purwakarta, Sakit Hati hingga Terancam 6 Tahun Penjara

Regional
Heboh Toilet Tanpa Sekat di Stasiun Ciamis, Bagaimana Kisahnya?

Heboh Toilet Tanpa Sekat di Stasiun Ciamis, Bagaimana Kisahnya?

Regional
BERITA FOTO: Melihat dari Dekat Wajah Calon Ibu Kota Baru

BERITA FOTO: Melihat dari Dekat Wajah Calon Ibu Kota Baru

Berita Foto
Jumat Malam, Kualitas Udara di Pekanbaru di Level Berbahaya

Jumat Malam, Kualitas Udara di Pekanbaru di Level Berbahaya

Regional
Kejanggalan TKW Lily, Tanda Tangan Dipalsukan hingga Organ Tubuh Diduga Diambil

Kejanggalan TKW Lily, Tanda Tangan Dipalsukan hingga Organ Tubuh Diduga Diambil

Regional
Rektor: Mosi Tidak Percaya pada Jokowi Bukan Sikap Resmi Mahasiswa Unpad

Rektor: Mosi Tidak Percaya pada Jokowi Bukan Sikap Resmi Mahasiswa Unpad

Regional
Pasangan Non Muhrim Dicambuk, Sempat Terhenti karena Kena Leher

Pasangan Non Muhrim Dicambuk, Sempat Terhenti karena Kena Leher

Regional
Dua Tahun Dipaksa Mengemis, Bocah 9 Tahun Dirantai Orangtua Jika Tak Bawa Rp 100 Ribu

Dua Tahun Dipaksa Mengemis, Bocah 9 Tahun Dirantai Orangtua Jika Tak Bawa Rp 100 Ribu

Regional
Ini Motif 3 Pelaku Aniaya Mahasiswa Timor Leste hingga Tewas

Ini Motif 3 Pelaku Aniaya Mahasiswa Timor Leste hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X