Di Lamongan, Sandiaga Uno Janji Bakal Lebih 'Pro' Nelayan

Kompas.com - 26/03/2019, 16:21 WIB
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, saat hadir di kampanye terbuka di lapangan di Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Lamongan. KOMPAS.com / HAMZAHCawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, saat hadir di kampanye terbuka di lapangan di Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Lamongan.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno, berjanji akan lebih memperhatikan kesejahteraan kaum nelayan.

Hal itu disampaikan Sandiaga saat menghadiri kampanye terbuka di lapangan sepak bola di Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (26/3/2019).

Guna memberikan kesejahteraan bagi nelayan, khususnya di Lamongan dan di Indonesia pada umumnya, Sandiaga bakal melakukan revisi terkait aturan-aturan yang ada bila nanti terpilih, yang dianggap tidak 'memihak' kaum nelayan.

Baca juga: Diduga Dukung Sandiaga Uno, 2 PNS di Bima Diperiksa Bawaslu

"Insya Allah, kebijakan yang saat ini dianggap merugikan para nelayan, di bawah Prabowo-Sandi akan kami ubah agar para nelayan sejahtera," ujar Sandiaga, dalam pidatonya dihadapan ribuan kader dan simpatisan yang hadir.

Tidak hanya itu, Sandiaga juga melihat bahwa penerapan aturan alat tangkap ikan berupa cantrang yang ada saat ini, ada baiknya untuk ditinjau ulang demi kesejahteraan nelayan.

Termasuk, penyediaan bahan bakar bersubsidi dan murah, yang itu bisa membantu biaya operasional nelayan di Indonesia.

"Jangan hanya karena kita memperhatikan lingkungan, lantas membuat para nelayan dibatasi mencari ikan," ucap dia.

Baca juga: Sandiaga Uno Temui Ketua Timses Jokowi di Pilkada DKI

Selain kader dan simpatisan, beberapa tokoh yang turut hadir dalam acara kampanye terbuka kali ini di antaranya, mantan Ketua DPR RI Marzuki Ali, serta pimpinan partai pengusung (Gerindra, PKS, dan PAN) Jawa Timur, maupun Lamongan, Gresik, Tuban, dan Bojonegoro.

Dalam kesempatan kampanye terbuka ini, Sandiaga juga sempat menyanyikan lagu dari grup musik Sabyan berjudul 'Ya Maulana' di atas panggung, yang disambut tepuk tangan dari para simpatisan.

"Terima kasih Lamongan, ini antusiasme perubahan," kata Sandiaga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X