Mahasiswa Protes Rencana Gelar Doktor Honoris Causa untuk Soekarwo

Kompas.com - 26/03/2019, 14:47 WIB
Aksi mahasiswa di depan gedung Rektorat UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (26/3/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALAksi mahasiswa di depan gedung Rektorat UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (26/3/2019)


SURABAYA, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menggelar aksi di depan depan Gedung Rektorat, Selasa (26/3/2019).

Mereka mendesak pihak rektorat membatalkan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Soekarwo, mantan Gubernur Jawa Timur, yang rencananya akan diberikan Rabu (27/3/2019) besok.

Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiwa Pro Demokrasi itu berorasi dan dan menggelar spanduk di halaman depan gedung rektorat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Baca juga: Bus Rombongan Mahasiswa UMK Terbalik, Sejumlah Penumpang Terluka

 

Spanduk-spanduk berisi protes diantaranya, "Kampus UIN Adalah Benteng Moral", "Jangan Jual Kampus untuk Kepentingan Soekarwo", dan "Cacat Substansi dan Moralitas".

Eri Mahmudi, koordinator aksi menyebut elite kampusnya terlibat politik pragmatis jika memberikan gelar Honoris Causa kepada mantan Gubernur Soekarwo. "Karena itu kami minta transparansi proses pemberian gelar akademik itu," kata Eri.

Kabar yang dia dengar, pemberian gelar Honoris Causa karena Soekarwo dianggap berkontribusi dalam dunia pendidikan Islam karena selama 2 periode menjabat Gubernur Jawa Timur, telah menginisiasi Program Bantuan Operasional Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin).

"Bantuan tersebut sebenarnya tidak istimewa, sama dengan bantuan yang ada di daerah-daerah lainnya," terang Eri.

Karena itu, dia mendesak pihak rektorat maupun senat universitas membatalkan surat keputusan pemberian gelar tersebut kepada Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur itu.

Terpisah, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Masdar Hilmy, menyebut, penganugerahan gelar Honoris Causa sudah melalui prosedur yang berlaku di dunia pendidikan. "Bahkan prosesnya sejak belum saya menjabat," kata dia.

Dia menyebut, Soekarwo layak mendapatkan gelar Honoris Causa dalam bidang pendidikan agama Islam dari UIN Sunan Ampel.

Baca juga: UGM Buka 6.866 Kuota Mahasiswa Baru Lewat Tiga Jalur, Ini Rinciannya

 

"Tidak ada gubernur di Indonesia yang berani membuat program pemberdayaan madrasah diniyah dan pesantren seperti Soekarwo. Ada Rp 1,3 triliun yang dialokasikan untuk pesantren dan madrasah diniyah," terang dia.

Tidak hanya itu, kata Masdar, Soekarwo juga menginisiasi pembentukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mini di lingkungan pesantren.

"Kebijakannya bahkan sudah melahirkan 5 disertasi yang mengangkat tema pendidikan madrasah diniyah," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Regional
Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Regional
Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Regional
Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Regional
Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Regional
Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X