5 Fakta Penyelundupan Bayi Orangutan oleh WN Rusia di Bali, Dimasukan ke Dalam Koper hingga Dibius dengan CTM

Kompas.com - 25/03/2019, 17:26 WIB
Ilustrasi penangkapan terduga teroris.KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Ilustrasi penangkapan terduga teroris.

Penitipan ini dilakukan karena Bali Safari memiliki fasilitas dan tenaga medis yang cukup memadai untuk mengurus anak orangutan tersebut.

"Serah terima ini semata-mata untuk memastikan kesehatan. Karena kami bukan ahlinya merawat orangutan, jadi titip rawat orangutan sambil menunggu keputusan kapan dikembalikan ke habitat aslinya di Kalimantan," kata I Ketut Catur Marbawa.

Menurutnya, orangutan tersebut tetap menjadi milik BKSDA, karena itu proses serah terima dilengkapi dengan sejumlah dokumen.

Baca Juga: Orangutan Sitaan di Bandara Ngurah Rai Dititipkan di Bali Safari

4. Zhestkov ditetapkan menjadi tersangka

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Rudi Setiawan, megatakan, Zhestkov Andrei, telah ditetapkan menjadi tersangka.

"Tersangka atas nama Zhestkov Andrei diduga menyimpan, membawa dan mengeluarkan satwa yang dilidungi dalam keadaan hidup dari Indonesia sebagaimana yang diatur dalam Pasal 21 ayat 2 huruf a dan c UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Hayati. Ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta," kata Rudi, Senin (25/3/2019).

WN Rusia tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani 24 jam pemeriksaan.

Selain orangutan, polisi juga mengamankan tokek dan bunglon dari tangan tersangka.

Menurut Rudi, orangutan tersebut diperoleh tersangka di Pulau Jawa untuk diselundupkan ke negaranya di Rusia.

"Menurut pengakuan tersangka diperoleh di Jawa dan mau dijual kembali," ujar Rudi.

Baca Juga: Berusaha Selundupkan Orangutan, Warga Rusia Ditetapkan Jadi Tersangka

5. Bayi orangutan akan jalani tes DNA

Foto dokumentasi OIC,  Tim dari BKSDA Aceh, HOCRU OIC, dan WCS-IP kembali mengevakuasi satu individu orangutan betina dengan perkiraan umur 7 tahun yang ditemukan dalam perkebunan sawit Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh. Kamis (21/03/2019). KOMPAS. COM/ RAJA UMAR Foto dokumentasi OIC, Tim dari BKSDA Aceh, HOCRU OIC, dan WCS-IP kembali mengevakuasi satu individu orangutan betina dengan perkiraan umur 7 tahun yang ditemukan dalam perkebunan sawit Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh. Kamis (21/03/2019).

Petugas Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali akan melakukan tes DNA terhadap bayi orangutan yang diselamatkan di Bandara Ngurah Rai. Tujuannya untuk memastikan habitat asal orangutan tersebut sehingga dapat dipulangkan kembali.

"Terhadap satwa ini dipastikan dulu asal-usulnya dari mana lewat tes DNA, karena ada dua jenis spesis orangutan yaitu dari Kalimantan dan Sumatera. Kemudian menunggu petunjuk penyidik untuk pemulangan," kata Kepala BKSDA Bali Budi Kurniawan, dalam keterangan pers, Senin (25/3/2019).

Saat ini, kondisi orangutan tersebut cukup baik walau sedikit mengalami stres. Untuk itu, perlu dilakukan langkah pemulihan. Waktu pemulihan sangat bergantung pada perilaku orangutan tersebut.

"Tergantung perilaku satwa tersebut, bisa satu bulan, dua bulan atau tiga bulan," kata Kurniawan.

Baca Juga: Orangutan yang Coba Diselundupkan WN Rusia Belum Bisa Dikembalikan ke Tempat Asal

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X