Orangutan yang Coba Diselundupkan WN Rusia Belum Bisa Dikembalikan ke Tempat Asal

Kompas.com - 25/03/2019, 15:14 WIB
Foto Berusaha Selundupkan Orangutan, Warga Rusia (baju orange) Ditetapkan Sebagai TersangkaKOMPAS.com/ROBINSON GAMAR Foto Berusaha Selundupkan Orangutan, Warga Rusia (baju orange) Ditetapkan Sebagai Tersangka

DENPASAR, KOMPAS.com - Petugas Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali akan melakukan tes DNA terhadap orangutan yang diselamatkan di Bandara Ngurah Rai.

Tujuannya untuk memastikan habitat asal orangutan tersebut sehingga dapat dipulangkan kembali.

"Terhadap satwa ini dipastikan dulu asal-usulnya dari mana lewat tes DNA, karena ada dua jenis spesis orangutan yaitu dari Kalimantan dan Sumatera. Kemudian menunggu petunjuk penyidik untuk pemulangan," kata Kepala BKSDA Bali Budi Kurniawan, dalam keterangan pers, Senin (25/3/2019).


Baca juga: Berusaha Selundupkan Orangutan, Warga Rusia Ditetapkan Jadi Tersangka

Saat ini, kondisi orangutan tersebut cukup baik walau sedikit mengalami stres. Untuk itu, perlu dilakukan langkah pemulihan kesehatan orangutan tersebut.

Berapa lama waktu pemulihan sangat bergantung pada perilaku orangutan tersebut.

"Tergantung perilaku satwa tersebut, bisa satu bulan, dua bulan atau tiga bulan," kata Kurniawan.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan, pemulangan orangutan tersebut tidak harus menunggu proses penyidikan selesai. Bisa menggunakan bukti foto.

Hal terpenting menurut Ruddi adalah memastikan kesehatan orangutan tersebut. "Nanti bisa foto, yang penting jangan sampai barang bukti mati. Kalau mati bukan menyelamatkan namanya," ucap Rudi.

Sebelumnya, petugas Bandara Ngurah Rai menggagalkan upaya penyelundupan seekor anak orangutan berusia 2 tahun pada Jumat (22/3/2019) malam. Saat diselamatkan, orangutan ini dalam kondisi terbius.

Baca juga: Orangutan Sitaan di Bandara Ngurah Rai Dititipkan di Bali Safari

Orangutan tersebut disita dari penumpang atas nama Zhestkov Andrei, warga Rusia, Penumpang GA 870 tujuan Rusia dengan transit di Seoul. Orangutan tersebut dimasukan ke dalam keranjang.

Keranjang tersebut kemudian dimasukan ke dalam koper penumpang. Keberadaan orangutan dalam koper tersebut diketahui melalui pre screening X-Ray nomor 3 terminal keberangkatan internasional Ngurah Rai Airport. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X