Cerita Caleg Asal Jombang, Pagi Menjahit, Malam Kampanye

Kompas.com - 25/03/2019, 12:09 WIB
Caleg Dapil 3 Kabupaten Jombang, Umar Said, tetap melaksanakan pekerjaan rutinnya, Minggu (24/3/2019). Melalui gerbong Partai Keadilan Sejahtera (PKS), penjahit ini maju dalam Pileg 2019.KOMPAS.com/HANDOUT Caleg Dapil 3 Kabupaten Jombang, Umar Said, tetap melaksanakan pekerjaan rutinnya, Minggu (24/3/2019). Melalui gerbong Partai Keadilan Sejahtera (PKS), penjahit ini maju dalam Pileg 2019.

JOMBANG, KOMPAS.com - Pagi hingga siang menjahit, lalu pada sore hingga malam kampanye. Begitulah kesibukan Umar Said (38), calon anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Jombang, Jawa Timur.

Umar Said terdaftar sebagai Caleg DPRD Kabupaten Jombang pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Namanya tercantum pada nomor urut 7 dalam daftar caleg PKS di Daerah Pemilihan (Dapil) 3.

Pada Pemilu 2019, di Dapil 3 Kabupaten Jombang tersedia 10 kursi anggota legislatif. Di Dapil untuk Kecamatan Mojowarno, Wonosalam, Bareng dan Mojoagung ini, Umar Said bersama PKS menapaki jalan menuju Gedung DPRD Jombang.

"Sebagai ikhtiar saya menyumbangkan pikiran untuk bangsa," demikian kata Said saat ditanya tujuannya ikut bersaing dalam perebutan kursi anggota legislatif DPRD Kabupaten Jombang, Minggu (24/3/2019).


Ditemui di kediamannya, pria kelahiran Jombang itu mengatakan, niatnya maju dalam pemilihan calon anggota DPRD Jombang juga dilatarbelakangi perasaan miris atas tidak optimalnya peran wakil rakyat serta buruknya citra legislatif di mata masyarakat.

Jika nantinya terpilih, Umar Said berjanji akan berperan optimal sebagai wakil rakyat serta mengembalikan peran dan fungsi ideal badan legislatif. Menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui parlemen.

Baca juga: Cerita Caleg: Bermula dari Skripsi hingga Tembus Pedalaman Kalteng untuk Bertemu Warga

Selain itu, dia juga berkeinginan bisa memperbaiki citra legislatif. Selama ini, kata Said, penilaian miring hampir selalu menghampiri kalangan anggota legislatif.

"Selama ini kan banyak masyarakat menilai miring karena ada anggota legislatif yang terjerat korupsi, dewan lupa perannya sebagai wakil rakyat dan beberapa hal negatif lainnya. Salah satu tujuan saya, mengembalikan citra legislatif. Tidak semua anggota legislatif seperti itu," ungkap Said.

18 Tahun Menjadi Penjahit

Umar Said merupakan warga Dusun Mojogeneng, Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pria kelahiran 20 Maret 1981 itu menjalani profesi sebagai penjahit pakaian sejak tahun 2001.

Pada 2001, bapak tiga anak ini hanya membuka usaha jasa menjahit dan permak pakaian di rumahnya. Pada tahun 2012 dia mulai membuka lapak layanan jahit dan permak pakaian di Desa Gambiran Kecamatan Mojoagung.

Di tempat layanan jahit dan permak pakaian yang ada di Gambiran Mojoagung, Umar Said bekerja bersama seorang temannya. Lokasi yang strategis membuat usaha jasa layanan jahit dan permak Umar Said menjadi lebih berkembang.

Umar Said, menunjukkan salah satu kegiatannya saat kampanye. Melalui gerbong Partai Keadilan Sejahtera (PKS), penjahit ini maju dalam Pileg 2019 sebagai Caleg di Dapil 3 Kabupaten Jombang.KOMPAS.com/HANDOUT Umar Said, menunjukkan salah satu kegiatannya saat kampanye. Melalui gerbong Partai Keadilan Sejahtera (PKS), penjahit ini maju dalam Pileg 2019 sebagai Caleg di Dapil 3 Kabupaten Jombang.
Lewat usaha jasa permak pakaian dan menjahit, pria yang bergabung di PKS sejak delapan tahun lalu tersebut mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 100.000 dalam sehari.

"Kalau tahun 2018 lalu ramai, rata-rata bisa dapat Rp. 100.000 sehari. Tapi sejak awal 2019 ini turun, sampai sekarang. Ya lumayan banyak turunnya (penghasilan)," ungkap Umar Said.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X