Tak Laporkan Dana Kampanye, 6 Parpol Dicoret dari Pemilu di Kepri

Kompas.com - 25/03/2019, 10:56 WIB
Foto dirilis Kamis (21/3/2019), memperlihatkan pekerja melakukan pelipatan kertas suara pilpres di Gudang KPU, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak kurang lebih 650 orang warga berpartisipasi menjadi pekerja lepas di gudang KPU Kabupaten Bogor, berjibaku menyiapkan surat suara untuk kebutuhan Pemilu 2019 mendatang dengan honor Rp 75 per lembar. ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYAFoto dirilis Kamis (21/3/2019), memperlihatkan pekerja melakukan pelipatan kertas suara pilpres di Gudang KPU, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak kurang lebih 650 orang warga berpartisipasi menjadi pekerja lepas di gudang KPU Kabupaten Bogor, berjibaku menyiapkan surat suara untuk kebutuhan Pemilu 2019 mendatang dengan honor Rp 75 per lembar.

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau (Kepri) mencoret enam partai politik (parpol) sebagai peserta Pemilu 2019 yang ada di Kepulauan Riau.

Komisioner KPU Kepri Divisi Hukum Widyiono Agung mengatakan, pembatalan dilakukan karena enam parpol tersebut tidak menyerahkan laporan awal dana kampanye (LADK) hingga batas waktu yg ditetapkan, yaitu 10 Maret 2019.

"Dari enam parpol tersebut, sedikitnya ada 11 kepengurusan yang tidak menyerahkan LADK," kata Agung melalui pesan singkatnya, Senin (25/3/2019).

Baca juga: KPU Coret Keikutsertaan 11 Parpol di 429 Wilayah karena Tak Lapor Dana Kampanye

Selain tidak menyerahkan LADK, 11 kepengurusan dari enam parpol tersebut juga tidak mengajukan caleg di kabupaten itu.

Rinciannya, yakni partai PKB dan PKS yang tidak mempunyai kepengurusan partai dan tidak mengajukan caleg, sedangkan Partai Garuda, Partai Berkarya dan PKPI tidak mengajukan caleg untuk di Kabupaten Anambas.

Untuk Kabupaten Lingga, terdapat tiga partai yaitu Partai Garuda, PBB dan PKPI. Ketiganya jugab tidak mengajukan caleg.

Selanjutnya di Kabupaten Natuna, yakni Partai Garuda yang tidak memiliki pengurus dan PKPI tidak mengajukan caleg.

"Dan terakhir di Kabupaten Karimun, yakni Partai PKPI yang tidak mengajujan caleg," jelas Agung.

Baca juga: Tak Laporkan Dana Kampanye, Siap-siap Parpol Dicoret

Agung mengatakan, sebelum melakukan pencoretan, keenam parpol tersebut sudah dihubungi baik melalui surat maupun Group LO oleh KPU Kabupaten. Hal itu juga sudah disampaikan saat melaksanakan bimtek LADK, LPSDK dan surat konfirmasi.

Namun, hingga batas waktu yang ditentukan mereka belum juga mengajukan LADK, sehingga KPU membatalkan kepesertaan sebagai peserta pemilu.

Pencoretan keenam parpol melalui surat KPU RI yaitu Surat Keputusan nomor 744 tahun 2019 tentang Pembatalan Parpol sebagai Peserta Pemilu.

"Penyerahan LADK itu wajib, sesuai peraturan Dana Kampanye di UU 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum jo PKPU nomor 24 tahun 2018 tentang Dana Kampanye Peserta Pemilu, jo PKPU nomor 34 tahun 2018 tentang Perubahan ke 2 PKPU nomor 24," ujarnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X