Pembangunan RS Paru dari Cukai Rokok di Karawang Ditargetkan Rampung Juli 2019

Kompas.com - 24/03/2019, 20:14 WIB
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat mendengarkan penjelasan konsultan terkait konsep pembangunan rumah sakit paru, Kamis (9/8/2018). Rumah sakit ini dibangun menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT). KOMPAS.com/Farida FarhanBupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat mendengarkan penjelasan konsultan terkait konsep pembangunan rumah sakit paru, Kamis (9/8/2018). Rumah sakit ini dibangun menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT).

KARAWANG, KOMPAS.com- Pembangunan Rumah Sakit Paru di Jatisari, Karawang, ditargetkan rampung pada Juli 2019 mendatang. Rumah Sakit ini digadang-gadang sebagai rumah sakit paru pertama di wilayah Pantura, Jawa Barat.

Rumah Sakit Paru ini dibangun dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) sejak tahun 2012 sebesar Rp 152.615.742.000 itu. Adapun peletakan batu pertama RS Paru tersebut sudah dilakukan 9 Agustus 2018.

"Insya Allah rampung Juli (2019) ini," ujar Asda II Bidang Pembangunan Pemkab Karawang Ahmad Hidayat kepada Kompas.com melalui telepon, Minggu (24/3/2019).

Rumah sakit ini dibangun di atas lahan seluas 2,2 hektar dengan konsep green architecture. Namun, hanya 20 persen lahan yang digunakan untuk bangunan tapak.


Baca juga: Karawang Bangun Rumah Sakit Paru Senilai Rp 152 M dari Cukai Tembakau

 

Sementara sisanya bakal dibangun fasilitas pendukung berkonsep green architecture, seperti taman terapi, juga alokasi pengembangan rumah sakit.

Ahmad mengungkapkan, setelah pembangunan rampung, selama enam bulan ke depan akan dilakukan perekrutan hingga pengadaan fasilitas.

Rumah sakit ini akan menjadi rumah sakit rujukan untuk penyakit paru bagi pasien yang tinggal di Karawang, maupun sekitarnya. Meski demikian, pasien untuk penyakit umum juga akan diterima.

"Enam bulan setelah rampung dibangun, akan dilakukan perekrutan tenaga medis dan lainnya," ujar Ahmad.

Ahmad mengungkapkan, operasional RS Paru tersebut bakal ditopang dana bagi hasil yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.

Ia menyebut penggunaan DBHCT untuk pembangunan Rumah Sakit Paru Jatisari, Karawang, sudah dikoordinasikan dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Purwakarta, yang membawahi wilayah Purwarta, Karawang, dan Subang.

Setiap tahun, DBHCT untuk Karawang berkisar pada angka Rp 85 miliar. Namun jumlah tersebut fluktuatif, tergantung ketentuan dari Kementrian Keuangan.

"Kita sudah koordinasi. Penggunaan DBHCT ada ketentuannya. Jadi beberapa tahun lalu bukan sengaja diendapkan. Tetapi Pemkab (Karawang) tengah mencari peruntukan yang tepat, sesuai aturan, salah satunya untuk menangani, maaf, dampak dari rokok," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Regional
Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Regional
Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Regional
Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Regional
Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Regional
Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Regional
Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Regional
Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Regional
Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Regional
Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Regional
Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Regional
Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Regional
Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Regional
Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Regional
Vianita Siksa Keponakan hingga Tewas Saat Suami Pergi Kerja

Vianita Siksa Keponakan hingga Tewas Saat Suami Pergi Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X