5 Desa di Kulon Progo Deklarasikan Anti-politik Uang Jelang Pemilu 2019

Kompas.com - 24/03/2019, 14:02 WIB
Badan Pengawas Pemilu  mendeklarasi 5 Desa Anti Politik Uang yang berlangsung di Desa Temon Kulon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan demikian sudah ada 36 desa se-DIY yang mengusung semangat serupa. KOMPAS.COM/DANI JBadan Pengawas Pemilu mendeklarasi 5 Desa Anti Politik Uang yang berlangsung di Desa Temon Kulon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan demikian sudah ada 36 desa se-DIY yang mengusung semangat serupa.

Satu-satunya cara harus dimulai dari kesadaran masyarakat sendiri. Sri mengharapkan, warga aktif melaporkan semua kegiatan terkait politik uang ini.

Persoalan muncul ketika masyarakat justru pasif atau tidak aktif melaporkan. Bawaslu bekerja memerlukan saksi dan bukti, tapi tentu mengalami kendala ketika minim saksi dan bukti dari masyarakat akibat kengganan warga melapor.

"Masyarakatlah yang bergerak dan menolak politik uang. Gerakan masyarakat itu yang paling penting," kata dia.

Baca juga: DPD Jateng: Golkar Harus Pilih Pimpinan yang Tidak Money Politic

Pemilu 2019 ini tidak hanya memilih Presiden dan Wakil Presiden, tetapi juga wakil rakyat yang duduk di DPR RI, DPRD tingkat provinsi dan kabupaten. Banyaknya calon yang dipilih nanti membangkitkan kerentanan masyarakat akan politik uang.

Sri mengungkap, pihaknya bahkan tengah menangani lebih dari 30 pelanggaran pemilu yang terkait dengan politik uang ini.

Satu kasus di antaranya sudah sampai pada putusan Pengadilan Kabupaten Bantul. Pelaku dinilai bersalah dan pengadilan memutuskan hukuman 2 tahun penjara dengan percobaan 3 bulan.

"Kasusnya pemberian doorprice yang dilakukan tim kampanye calon DPD. Ia dinilai bersalah," kata Sri.

Kepala Desa Temon Kulon, Ari Sasongko Putro mengharapkan, desanya menjadi bagian dalam mewujudkan wilayah yang mampu melaksanakan pemilu berintegritas. Karena itu, ia mengharapkan aksi politik uang tidak menodai wilayahnya.

Baca juga: LSI: Money Politic hanya Pelumas Kemenangan

Sampai kini, menurut Ari, belum ada aduan terkait politik uang. Ia mengharapkan, warga desanya mampu mempertahankan situasi ini.

"Belum ada (laporan). Kami mengharapkan tidak ada, karena selama ini yang paling kelihatan adalah pemilihan presiden saja. Yang lain (calon wakil rakyat) masih adem ayem," kata dia.

Pihak desa tetap terus menggelar sosialisasi untuk mewujudkan desa yang bersih dari politik uang.


Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X