5 Desa di Kulon Progo Deklarasikan Anti-politik Uang Jelang Pemilu 2019

Kompas.com - 24/03/2019, 14:02 WIB
Badan Pengawas Pemilu  mendeklarasi 5 Desa Anti Politik Uang yang berlangsung di Desa Temon Kulon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan demikian sudah ada 36 desa se-DIY yang mengusung semangat serupa. KOMPAS.COM/DANI JBadan Pengawas Pemilu mendeklarasi 5 Desa Anti Politik Uang yang berlangsung di Desa Temon Kulon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan demikian sudah ada 36 desa se-DIY yang mengusung semangat serupa.


KULON PROGO, KOMPAS.com - Warga desa yang mendeklarasi anti- politik uang terus tumbuh menjelang Pemilihan Umum 2019 mendatang.

Kini giliran warga dari lima desa di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menggelorakan semangat ini.

Deklarasi juga menjadi bagian dari upaya menekan aksi politik uang atau money politic yang masih saja muncul, terlebih jelang pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019.

"Money politic bisa berupa pemberian uang maupun barang. Selama ada yang tidak menerima, masih ada harapan. Kami jadikan ini sebagai gerakan sosial untuk menjadikan pemilu kali ini sebagai pemilu berintegritas," kata Sri Rahayu Werdiningsi, dari Divisi Penegakan Hukum Badan Pengawas Pemilu DIY, usai deklarasi yang berlangsung di Balai Desa Temon Kulon, Minggu (24/3/2019).

Baca juga: Jelang Pilkada Serentak, KPK-Polri Akan Bentuk Satgas Money Politic

Deklarasi kali ini diikuti lima desa dari lima kecamatan sekaligus, yakni Desa Temon Kulon dari Kecamatan Temon, Desa Wahyuharjo dari Lendah, Desa Banyuroto dari Nanggulan, Desa Karangsari dari Pengasih dan Desa Purwosari di Girimulyo.

Kelimanya menyusul Desa Hargomulyo di Kecamatan Kokap yang sudah lebih dulu dideklarasikan pada pertengahan Januari 2019 lalu.

Politik uang dirasa sudah menjadi penyakit akut dalam iklim demokrasi Indonesia. Politik uang juga merusak sendi berdemokrasi.

Berbagai upaya pencegahan terus dilakukan, termasuk menumbuhkan masyarakat anti politik uang.

Warga dinilai menyambut dengan antusias. Sebab, Bawaslu DIY menargetkan 1 kabupaten bisa muncul setidaknya 1 desa mengusung anti politik uang.

Kenyataanya, sudah 36 desa mendeklarasi semangat ini. "Enam ada di Kulon Progo dan 1 di Kecamatan Kraton di Yogyakarta," kata Sri.

Yang utama dari semangat desa anti politik uang ini adalah peran aktif warga dalam menolak segala bentuk money politic. Politik uang itu adalah suap.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X