Antisipasi Banjir, Pemkot Palembang Tambah Pompanisasi di Kolam Retensi

Kompas.com - 24/03/2019, 07:38 WIB
Walikota Palembang Harnojoyo saat menijau pompanisasi disalah satu kolam retensi. Menurutnya, penyabab banjir yang terjadi di kota Palembang lantaran minimnya pompanisasi di kolam retensi.KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Walikota Palembang Harnojoyo saat menijau pompanisasi disalah satu kolam retensi. Menurutnya, penyabab banjir yang terjadi di kota Palembang lantaran minimnya pompanisasi di kolam retensi.

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Guyuran hujan yang terjadi di kota Palembang, Sumatera Selatan, sering menimbulkan banjir serta genangan air di berbagai lokasi.

Tak hanya itu, jalan utama pun sering terendam banjir hingga membuat kemacetan panjang dan dikeluhkan masyarakat.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, penyebab banjir yang terjadi itu lantaran minimnya pompanisasi di kolam retensi.

Baca juga: Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Akses 4 Desa di Bima Lumpuh

Ia tak menampik, jika saat ini hanya ada satu kolam retensi yang memiliki pompanisasi yakni di kawasan Jalan Demang Lebar Daun.

Sehingga, jika terjadi hujan, genangan air yang ada di jalan tak bisa mengalir secara sempurna ke kolam retensi.

"Ke depan pompaniasasi di setiap kolam retensi akan dipasang. Sehingga jika ada genangan air, akan langsung dialirkan," kata Harno, Sabtu (23/3/2019). 

Selain menambah pompanisasi kolam retensi, Pemkot Palembang juga akan memperdalam volume kolam serta membuat taman di sekitar lokasi sehingga bisa digunakan masyarakat.

Baca juga: Pasca-banjir Bandang Jayapura, Warga Diminta Lapor Jika Cium Aroma Tak Sedap

Harno mengungkapkan, topografi kota Palembang 53 persen adalah rawa. Namun, rawa itu dibagi menjadi tiga tempat yakni rawa konservasi, rawa budidaya, dan reklamasi.

"Rawa konservasi yang ada di Kota Palembang seluas 2.200 hektare yang sampai saat ini tetap bertahan. Namun, Palembang dataran rendah, sehingga rentan terjadinya banjir. Jadi, upaya yang dilakukan yakni kolam retensi dan pembangunan bendungan," ujar dia.

 


Terkini Lainnya


Close Ads X