Tinggal di Bawah Pohon Mangga, Korban Gempa Lombok Bahagia Bertemu Presiden

Kompas.com - 23/03/2019, 08:47 WIB
Inaq Suri (85) masih mengungsi di bawah pohon mangga dengan terpal biru seadanya. Dia dikepung rumah rumah tahan gempa bantuan pemerintah di Pengempel, Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. KOMPAS. Com/Fitri.RInaq Suri (85) masih mengungsi di bawah pohon mangga dengan terpal biru seadanya. Dia dikepung rumah rumah tahan gempa bantuan pemerintah di Pengempel, Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Ingin bertemu presiden

Kepada kompas.com, Inaq Suri sebelumnya menyatakan harapan ingin bertemu Jokowi. Sejak Jumat pagi dia telah duduk di kursi roda menanti orang nomor satu di negeri ini. Harapannya pun terkabul. Inaq bisa bertemu dan menyampaikan keinginannya kepada Presiden.

Kasatgas Kementerian PUPR A Gani Ghazali, yang dikonfirmasi terkait kondisi Inaq Suri, mengatakan bahwa petugas setempat seperti ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) semestinya memprioritaskan pembangunan rumah mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti Inaq Suri.

"Mestinya ada prioritas untuk mereka seperti ibu itu, harus dilihat siapa yang paling membutuhkan, maka itulah yang didahulukan," kata Gani.

Baca juga: Temui Korban Gempa Lombok, Mensos Salurkan Bantuan Rp 740 Juta

Petugas dan fasilitator Lingkungan Pengempel berjanji akan memperhatikan serta mempercepat pembangunan rumah bagi Ibaq Suri, perempuan lanjut usia itu.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

22 Km Jalan Mabusa-Malimongan Selesai, Perjalanan Sehari Penuh Kini Jadi 3 Jam

22 Km Jalan Mabusa-Malimongan Selesai, Perjalanan Sehari Penuh Kini Jadi 3 Jam

Regional
Mencuri Sawit untuk Beli Beras, Seorang Ibu Divonis 7 Hari Penjara

Mencuri Sawit untuk Beli Beras, Seorang Ibu Divonis 7 Hari Penjara

Regional
Disuruh Jaga Posko Covid-19, PNS Pemkot Surabaya Malah Nyabu di Hotel

Disuruh Jaga Posko Covid-19, PNS Pemkot Surabaya Malah Nyabu di Hotel

Regional
Masjid di Palembang Mulai Diizinkan Gelar Shalat Jumat Berjemaah

Masjid di Palembang Mulai Diizinkan Gelar Shalat Jumat Berjemaah

Regional
Hakim Vonis Mati 4 Pengedar Sabu Seberat 41 Kg di Kaltim

Hakim Vonis Mati 4 Pengedar Sabu Seberat 41 Kg di Kaltim

Regional
Tak Masuk Wilayah Prioritas Penerapan New Normal, Ini Penjelasan Gubernur Bali

Tak Masuk Wilayah Prioritas Penerapan New Normal, Ini Penjelasan Gubernur Bali

Regional
Surabaya Jadi Zona Hitam, Pemkot: Setelah Itu Dikasih Warna Apa Lagi?

Surabaya Jadi Zona Hitam, Pemkot: Setelah Itu Dikasih Warna Apa Lagi?

Regional
Truk Tabrak Tronton di Tol, Sopir Tewas

Truk Tabrak Tronton di Tol, Sopir Tewas

Regional
Belum Putuskan Tahun Ajaran Baru, Surabaya Tunggu Pedoman Resmi Kemendikbud

Belum Putuskan Tahun Ajaran Baru, Surabaya Tunggu Pedoman Resmi Kemendikbud

Regional
Pemkot Banjarmasin Persiapkan 5 Fase Sebelum Terapkan 'New Normal'

Pemkot Banjarmasin Persiapkan 5 Fase Sebelum Terapkan "New Normal"

Regional
Banyak Beredar Hoaks Corona, Gubernur Maluku Imbau Warga Tak Lengah

Banyak Beredar Hoaks Corona, Gubernur Maluku Imbau Warga Tak Lengah

Regional
Rumah Rusak Tertimpa Longsor di Cianjur, Puluhan Warga Mengungsi

Rumah Rusak Tertimpa Longsor di Cianjur, Puluhan Warga Mengungsi

Regional
Bisa Lolos Razia, Ternyata Pedagang Miras Ini Punya Bunker di Bawah Kasur

Bisa Lolos Razia, Ternyata Pedagang Miras Ini Punya Bunker di Bawah Kasur

Regional
Banting Botol Bir di Pendopo Kabupaten, Anggota DPRD Tulungagung yang Ngamuk Diduga Sempat Minum Miras

Banting Botol Bir di Pendopo Kabupaten, Anggota DPRD Tulungagung yang Ngamuk Diduga Sempat Minum Miras

Regional
Bantah Dakwaan KPK, Bupati Nonaktif Sidoarjo: OTT Apa? Uangnya Dibawa Orang Lain

Bantah Dakwaan KPK, Bupati Nonaktif Sidoarjo: OTT Apa? Uangnya Dibawa Orang Lain

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X