Amankan Pilpres dan Pileg, Polda Sumsel Turunkan 7.165 Personel

Kompas.com - 23/03/2019, 07:17 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat mengecek seluruh pasukan dalam  apel gelar pasukan pengamanan Pileg dan Pilpres di Griya Agung Palembang, Jumat (22/3/2019). Kapolda Sumsel menyebutkan, dalam Pilpres dan Pileg nanti, sebanyak 7.165 personel gabungan diturunkan.
HANDOUT/HUMAS PEMPROV SUMSELGubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat mengecek seluruh pasukan dalam apel gelar pasukan pengamanan Pileg dan Pilpres di Griya Agung Palembang, Jumat (22/3/2019). Kapolda Sumsel menyebutkan, dalam Pilpres dan Pileg nanti, sebanyak 7.165 personel gabungan diturunkan.

 

PALEMBANG, KOMPAS.com- Polda Sumatera Selatan menurunkan sebanyak 7.165 personel gabungan untuk melakukan pengamanan hari pencoblosan Pemilihan Presiden ( Pilpres) serta Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 17 April 2019.

Seluruh personel tersebut, nantinya akan ditempatkan diseluruh tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di wlilayah Sumatera Selatan.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain mengatakan, Sumsel berada di peringkat 12 sebagai daerah rawan pada penyelenggaraan pemilu versi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Dengan peringkat tersebut, Sumsel pun sebagai salah satu wilayah yang relatif aman dalam Pilpres dan Pileg nanti. Meski demikian, Zulkarnain mengaku akan tetap fokus melakukan pengamanan secara penuh diseluruh TPS.

Baca juga: Bahas Persiapan Pengamanan Pemilu, Polri Gelar Rapat Pimpinan

"Dari data Bawaslu, diketahui jika Sumsel berada diperingkat 12. Artinya, tingkat kerawanan di Sumsel aman. Tapi kita tidak mau underestimated dan tetap fokus pengamanan,"kata Zulkarnain usai apel gelar pasukan pengamanan Pileg dan Pilpres di Griya Agung Palembang, Jumat (22/3/2019).

Selain itu, wilayah perairan di Sumatera Selatan dinilai sebagai lokasi TPS rawan dalam penyelenggaraan Pileg dan Pilpres lantaran lokasi yang jauh dan sulit di jangkau.

Wilayah tersebut berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI) dan Banyuasin. Sehingga, dalam pengamanan TPS rawan jumlah petugas pun akan ditambah.

Baca juga: Penjelasan PSI soal Dibatalkannya Keikutsertaan pada Pemilu 2019 di 47 Wilayah oleh KPU

"Untuk kategori TPS aman, dijaga sekitar dua polisi. Namun untuk kategori rawan seperti daerah perairan dijaga sampai 10 polisi. Kategori rawan ini, karena daerah yang sulit dijangkau untuk distribusi logistik," ujar Kapolda Sumsel.

Pangdam II Sriwijaya, Mayjen Inf Irwan menambahkan, setidaknya 5.000 pasukan dari satuan TNI diturunkan untuk melakukan pengamanan di Sumatera Selatan pada Pilpres dan Pileg.

"Kodam II Sriwijaya ini mencakup lima provinsi Sumbagsel dengan total personel mencapai 18 ribu. Sedangkan, untuk Sumsel yang diturunkan yakni 2/3 pasukan atau sekitar 5 ribu personel untuk ikut menjaga TPS," jelas Irwan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Regional
Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Regional
Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Regional
Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Regional
Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Regional
Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Regional
Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Regional
Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Regional
Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Regional
Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Regional
Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Regional
Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Regional
Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Regional
Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Saat Ganjar Jadi Pemain Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek: Sing Tak Tunggu Angpaune, Sayang Ndak Dapat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X