Pemilu 2019, Pengungsi Syiah Sampang Tak Bisa Memilih Caleg

Kompas.com - 22/03/2019, 18:03 WIB
Warga Syiah yang selama ini ditempatkan di GOR Tennis Sampang dipindahkan ke Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/6/2013) SURYA/MUCHSINWarga Syiah yang selama ini ditempatkan di GOR Tennis Sampang dipindahkan ke Puspa Agro, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (20/6/2013)

SURABAYA, KOMPAS.com - Ratusan warga Syiah Sampang, Jawa Timur, yang sampai saat ini mengungsi di Rumah Susun Jemundo Sidoarjo, dipastikan tidak bisa memilih calon legislatif baik itu tingkat DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, maupun DPR RI pada pemungutan suara pemilu, April mendatang.

Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam mengatakan, pengungsi Syiah Sampang di Rusun Jemundo hanya bisa memilih pasangan calon presiden dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

" Pengungsi Syiah Sampang dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) karena mereka dianggap korban bencana soaial, dan tidak bisa mencoblos di tempat kelahiran mereka," katanya dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (22/3/2019).

Baca juga: Harapan Pengungsi Syiah Sampang pada Gubernur Jatim Terpilih

Berdasarkan hasil proses pencocokan dan penelitian (coklit), jumlah pemilih pengungsi Syiah Sampang di Rusun Jemundo tercatat 224 orang.

"Kita sudah perintahkan KPU Sidoarjo untuk membuat satu TPS khusus di Rusun Jemundo," terangnya.

Pemilih yang masuk ke DPTb sesuai yang diatur dalam undang-undang, tetap bisa memberikan hak suaranya, namun tidak sama seperti pemilih biasa.

Choirul mencontohkan, jika ada warga Jawa Timur mencoblos di Jawa Tengah, maka hanya mendapatkan 1 surat suara.

"Namun jika masih di 1 provinsi tapi di luar daerah tempat tinggalnya, mendapatkan 2 suara, yakni suara pilpres dan DPD," jelasnya.

Baca juga: Opsi Pengungsi Syiah Sampang saat Pemungutan Suara Pilkada Serentak

Ratusan warga pengungsi Syiah Sampang menghuni Rusun Jemundo sejak 2011. Mereka terusir dari tempat tinggalnya karena berbeda keyakinan kelompok agama Islam dengan orang-orang di sekitarnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Regional
Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

Regional
KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

Regional
11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

Regional
Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Regional
Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Regional
Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Regional
BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X