Merasa Sudah Mampu, Puluhan Keluarga di Magetan Kembalikan Bantuan PKH

Kompas.com - 22/03/2019, 15:30 WIB
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan. Pemerintah Magetan mengkaji ulang rencana penempelan stiker bagi keluarga penerima bantuan sosial PKH mempertimbangakn sisi psikologis penerima. KOMPAS.com/SUKOCOKepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan. Pemerintah Magetan mengkaji ulang rencana penempelan stiker bagi keluarga penerima bantuan sosial PKH mempertimbangakn sisi psikologis penerima.

MAGETAN , KOMPAS.com - Puluhan keluarga di Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengembalikan bantuan Program Peserta Keluarga Harapan (PKH), Jumat (22/3/2019).

Sri Susanti salah satu warga Sido Mulyo Kabupaten Magetan mengatakan, sejak 2012 menerima bantuan sosial program PKH. Dia memilih mengundurkan diri dari program itu karena saat ini sudah merasa mampu.

“Saya rasa masih banyak yang membutuhkan dari saya, biar diberikan kepada yang lebih membutuhkan,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat.

Baca juga: Dialog Jokowi dengan Penerima PKH yang Bikin Hadirin Tertawa

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan Sucipto mengatakan, sejak awal Maret, sebanyak 24 keluarga penerima Program PKH telah mengembalikan bantuan kepada pemerintah.

“Sampai saat ini keluarga yang mengundurkan diri sebagai penerima PKH itu sebanyak 24 orang,” katanya.

Baca juga: Beri Bantuan PKH, Jokowi Berharap Kisah Masa Kecilnya Tidak Terulang

Sucipto mengatakan, saat ini pihaknya berupaya meminimalisir kesalahan penerima bantuan sosial dengan melakukan pencacahan dan evaluasi terhadap kelayakan penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Pencacah juga akan mendata ulang keluarga miskin yang berhak mendapat bantuan sosial tapi tidak masuk dalam data penerima PKH.

“Untuk menyediakan data yang valid itu nanti ada pencacahan lagi, melalui musyawarah desa musdes atau muskel musyawarah kelurahan, nanti diserahkan kepada Dinas Sosial,” ujarnya.

Dinas Sosial Kabupaten Magetan juga mempertimbangkan rencana penempelan stiker warga miskin terhadap penerima bantuan sosial. Penempelan stiker keluarga miskin menurut Sucipto akan berpengaruh pada psikologis penerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Dampak psikologisnya mungkin malu terus dia tidak mau menerima bantuan itu,” ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X