Dampak Banjir Bandang, Pondasi Jembatan Tahara Jayapura Bergeser

Kompas.com - 22/03/2019, 13:18 WIB
Sejumlah warga berada di dekat helikopter yang bergeser dari tempatnya akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/ama. Gusti TanatiSejumlah warga berada di dekat helikopter yang bergeser dari tempatnya akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/wpa/ama.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jayapura pada Sabtu (16/3/2019) malam, berdampak pada kerusakan beberapa jalan dan jembatan nasional yang menjadi akses penghubung di wilayah tersebut.

Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVII Papua, Oesman Marbun mengatakan, ada lima jembatan di ruas jalan Jayapura sampai Sentani yang terdampak. Namun kondisi terparah terjadi di Jembatan Tahara.

"Jembatan Tahara dalam tempo tiga setengah jam ada pergeseran 1 sentimeter, perubahan dari pilar tengah, jadi jarak pilar yang di bawah dengan yang di atas terjadi perubahan. Makanya kita minta untuk ditutup satu arah," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: Sudah 56 Jenazah Korban Banjir Bandang Sentani Jayapura yang Teridentifikasi


Oesman segera memerintahkan jajarannya untuk memperkuat pondasi jembatan tersebut karena bila sampai ambruk maka akses jalan di wilayah Kabupaten Jayapura akan terputus.

"Hari ini kita rencanakan pilar jembatan kita lindungi dengan bronjong. Untuk ke depan kita akan lindungi semua tebing sungai supaya jangan melebar karena erosi yang disebabkan arus air yang cukup deras. Itu untuk jembatan Tahara dan Komba, tapi yang kita prioritaskan di Tahara dulu," ungkapnya.

Osman menyampaikan, tebing-tebing sungai yang ada di DIstrik Sentani juga ikut tergerus saat banjir bandang.

"Jadi kita khawatirkan nanti dia masuk dari abukmen jembatan, jadi sebagian sudah diberikan karung berisi pasir dibagian tepi sungai." ujarnya.

Baca juga: Pasca-banjir Bandang, 25 Kampung Terendam Luapan Danau Sentani

Ia mengungkapkaan, Menteri PUPR sudah menginstruksikan agar seluruh infrastruktur yang terdampak bencana untuk ditinjau. Jika mengalami kerusakan harus segera diambil langkah cepat agar tetap bisa digunakan hingga masa tanggap bencana selesai.

Dari data sementara, banjir bandang membuat 211 rumah terendam, 351 rumah, 4 jembatan, 4 jalan, dan 8 drainase rusak berat.

Kemudian bangunan yang rusak berat yaitu 2 gereja, 1 masjid, 8 sekolah, 104 ruko, dan 1 pasar tradisional. Sebanyak 5 unit kendaraan roda empat dan 30 unit kendaraan roda dua terendam banjir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X