Kisah Saminem, Pikul Gerobak Jualan Cilok Gantikan Suami yang Stroke

Kompas.com - 22/03/2019, 12:54 WIB
Kompas TV Ajang, anak yang berusia 15 tahun ini belum lancar membaca dan menulis. Kondisi kaki membuat Ajang kesulitan mengakses jalan menuju sekolah yang berjarak sekitar lima kilometer dari rumahnya di Kampung Cipondok, Desa Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebelumnya Ajang pernah berjalan sendiri ke sekolah. Namun kondisi jalan yang berbukit membuat sekujur tubuh ajang sakit dan tidak bisa jalan berlama-lama. Untuk aktivitas sehari-hari pun Ajang harus digendong anggota keluarga yang lain. Ajang pernah menerima program desa yang mendatangkan guru ke rumah. Namun program ini hanya berlangsung selama 2 bulan. Segala keterbatasan akhirnya membuat ajang berhenti mengenyam pendidikan. Sesekali Ajang belajar membaca dan menulis sendiri menggunakan buku yang dulu pernah diberi gurunya. Ajang menyimpan kerinduan untuk bisa kembali ke sekolah. Begitu juga dengan kedua orangtuanya. Namun keterbatasan ekonomi membuat orangtua tidak bisa menyediakan transportasi Ajang ke sekolah. #DisabilitasPutusSekolah #Sukabumi #AksesJalan

"Mbak Saminem itu memang pekerja keras dan orangnya baik. Sebelum suaminya sakit stroke, sudah terbiasa bekerja keras seperti bekerja saat panen padi," tutur Ai saat berbincang dengan Kompas.com di depan rumahnya.

Bahkan, suatu ketika, setelah ikut bekerja memanen sayuran, Saminem sempat membagikan sayuran bagiannya kepada beberapa tetangga.

"Saat mau dibayar, Mbak bilang enggak usah ini untuk dibagikan saja," kisah Ai.

Saminem membenarkan sebelum berdagang keliling sempat bekerja serabutan, seperti ikut panen padi dan sayuran

"Kalau ada yang menyuruh ya saya kerjakan. Seperti panen padi," ujar Sarminem.

Berharap gerobak

Suami Saminem, Lili Suhaeli mengaku sedih dan khawatir melihat istrinya berjualan keliling menggantikan dirinya dalam mencari nafkah. Namun mau bagaimana lagi, karena dirinya mengalami sakit stroke.

"Saya sedih melihatnya. Saya juga khawatir, dan juga sering menegur agar jangan menyeberang jalan dan jualannya jangan jauh-jauh," aku Lili dengan ucapannya yang masih terputus-putus.

Dia menuturkan penyakit stroke mulai dialaminya sekitar enam tahun lalu. Bahkan satu bulan pertama sangat kritis. Dua tahun berikutnya kondisinya parah dan saat ini mulai membaik.

Saat awal-awal menderita stroke, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari menjadi tanggungan kedua anak dari istri pertama yang meninggal dunia.

Saat ini, dia menuturkan, penyakit yang dialaminya sudah mulai membaik. Namun, kakinya masih belum sembuh sempurna, masih terasa sakit dan pegal serta belum bisa berjalan seperti sebelumnya.

"Sekarang saya sudah bisa membeli bahan-bahan untuk bakso cilok ke pasar. Tapi belum bisa membawa yang berat-berat. Kalau naik angkot saja duduknya harus di depan, karena kalau di belakang takut mengganggu penumpang," katanya lagi.

"Saya ingin cepat sembuh lagi, agar bisa berjualan lagi. Tapi sekarang juga sudah bisa, tapi harus menggunakan gerobak, namun gerobak yang kecil dan ringan dan bisa berjualan gantian sama istri saya," harap Lili yang juga pernah berjualan keliling dengan sistem kredit di wilayah selatan Sukabumi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.