BKSDA Aceh Evakuasi Orangutan yang Terjebak di Kebun Sawit Warga

Kompas.com - 22/03/2019, 09:30 WIB
Foto dokumentasi OIC,  Tim dari BKSDA Aceh, HOCRU OIC, dan WCS-IP kembali mengevakuasi satu individu orangutan betina dengan perkiraan umur 7 tahun yang ditemukan dalam perkebunan sawit Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh. Kamis (21/03/2019). KOMPAS. COM/ RAJA UMARFoto dokumentasi OIC, Tim dari BKSDA Aceh, HOCRU OIC, dan WCS-IP kembali mengevakuasi satu individu orangutan betina dengan perkiraan umur 7 tahun yang ditemukan dalam perkebunan sawit Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh. Kamis (21/03/2019).


BANDA ACEH, KOMPAS.com - Tim dari BKSDA Aceh, HOCRU OIC, dan WCS-IP kembali mengevakuasi satu individu orangutan betina dengan perkiraan umur 7 tahun yang ditemukan dalam perkebunan sawit Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh.

Lokasi tersebut tak jauh dari tempat orangutan Hope yang dievakuasi sebelumnya dalam kondisi luka parah dengan 74 peluru senapan angin bersarang ditubuhnya. 

"Tim penyelamat yang terdiri dari BKSDA Aceh, HOCRU OIC, dan WCS-IP, berhasil mengevakuasi orangutan tersebut, yang selanjurtnya diberi nama Pertiwi, evakuasi tanpa melalui proses pembiuasan karena Pertiwi dalam kondisi lemah," kata Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji, dalam rilis, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: Dokter Ahli Bedah Tulang dari Swiss Ikut Bantu Operasi Orangutan Hope

Sapto mengungkapkan, evakuasi Pertiwi dilakukan dari perkebunan sawit warga itu setelah pihaknya mendapat laporan masyarakat bahwa ada orangutan yang terjebak di dalam kebun mereka.

"Pada hari Selasa (19/3/2019) setelah mendapat laporan, tim HOCRU bersama BKSDA-Aceh dan WCS-IP melakukan kroscek di lokasi perkebunan, mereka menemukan beberapa sarang baru di lokasi, kemudian satu individu orangutan (anakan sekitar 7 tahun) berada di dalam sarang dalam kebun berstatus APL dan berjarak sekitar 10 km dari SM Rawa Singkil," sebut dia.

Evakuasi orangutan betina itu dilakukan pada Rabu (20/3/2019) pagi. Untuk mengevakuasi orangutan tersebut tim HOCRU memutusakan untuk tidak menggunakan tembakan bius karena kondisi orangutan yang kurus dan kecil sehingga ditakutkan akan mengenai organ vital.

"Tim melakukan evakuasi dengan cara memotong pohon akses dan menggiring orangutan ke bawah untuk ditangkap, menangkap orangutan, setelah itu berhasil dilakukan pembiusan untuk pemerikasaan kondisi tubuh orangutan," ujar dia.

Baca juga: Fakta Orangutan Hope Ditembak 74 Peluru Senapan Angin, 7 Berhasil Dikeluarkan hingga Protes dari Aktivis

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik saat ditemukan Pertiwi memiliki berat badan sekitar 5 kg, diperkirakan berusia tujuh tahun dan berjenis kelamin betina.

Kondisinya dalam keadaan malnutrisi (kurus) dan kondisi tangan sebelah kanan yang kurang resposif (kurang gerak). Namun, secara keseluruhan, kondisi orangutan ini normal.

"Setelah proses pemeriksaan fisik selesai dilakukan secara menyeluruh, dinyatakan orangutan tersebut tidak layak untuk dilepasliarkan kembali kehabitatnya, serta harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut ke pusat karantina orangutan sumatera milik SOCP di Sibolangit, Sumatera Utara," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X