Wagub NTT: Sangat Ironis, Kita Termiskin Ketiga Tapi Terkorup Keempat

Kompas.com - 22/03/2019, 09:04 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang (kiri) saat bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi di Kupang, Kamis (21/3/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang (kiri) saat bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi di Kupang, Kamis (21/3/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae, mengapresiasi kehadiran Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang di Nusa Tenggara Timur.

Josef mengatakan, kunjungan Saut dan rombongan KPK ke NTT, sangat membantu Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten serta kota, terutama dalam memberikan rambu-rambu agar tidak tergelincir dalam jurang korupsi.

“Kalau dengar KPK, kita biasanya tegang dan takut. Tidak usah takut, kalau tidak mencuri, kenapa kita mesti takut. Siapa pun yang mau membantu NTT, kita sangat welcome," ucap Josef saat bertemu dengan Saut di kantor Gubernur NTT, Kamis (21/3/2019).

Saut datang ke NTT guna memberikan arahan pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi se-Provinsi NTT di aula Fernandes Kantor Gubernur Sasando.

Apalagi lanjut Josef, KPK datang untuk mengingatkan semua pejabat di NTT, dengan menjalankan tugas pencegahannya.

Mantan anggota DPR dua Periode tersebut menyatakan, dengan adanya pencerahan dari KPK diharapkan dapat meningkatkan IPK NTT. Menurut penilaian Transparency International Indonesia (TII), NTT merupakan provinsi peringkat empat terkorup di Indonesia.

“Suka atau tidak, senang atau tidak, predikat itu sudah dikenakan kepada kita. Kita harus bertekad bersama untuk tunjukkan kepada Indonesia bahwa persepsi itu salah. Kita bisa meningkatkan IPK kita," ujarnya.

Baca juga: KPK Ingin APBN Meningkat dari Rp 2.400 Triliun Jadi Rp 4.000 Triliun

"Saya harus yakin kita bisa kalau kita mulai dari diri kita untuk berubah. Ada atau tidak ada KPK, kita kerja lurus saja, jangan belok-belok. Sangat ironis, kita termiskin ketiga, tapi terkorup keempat,” sambung Josef.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Josef, dalam visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera, pemerintah provinsi bertekad untuk meningkatkan IPK NTT dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Satu dari lima misi pemerintah provinsi lima tahun ke depan adalah reformasi birokrasi dan pencegahan korupsi.

“Kita harus konsisten dan komit supaya apa yang tertulis bisa diaplikasikan. Ke depan kita tidak hanya di atas kerta, tapi sungguh melaksanakan e-planing dan e-budgeting walaupun masih terkendala masalah listrik dan jaringan internet," kata Josef.

Baca juga: KPK Ambil Sampel Suara 2 Tersangka Pejabat Kemenag Jawa Timur

Gerakan NTT bersih kata Josef, terus dikampanyekan.

"Kami juga menghimbau kepada para bupati dan wali kota untuk memberikan tunjangan tambahan penghasilan (TTP) agar para pegawai semangat bekerja dan mengurangi kecenderungan untuk korupsi,” kata Josef.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X