Sopir Taksi "Online" Dibunuh Temannya Menggunakan Kabel "Charger" Ponsel, Ini Kronologinya

Kompas.com - 21/03/2019, 22:32 WIB
Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro (tiga dari kiri) bersama jajaran Polres Gresik, saat memamerkan sejumlah barang bukti di halaman Mapolres Gresik, Kamis (21/3/2019). KOMPAS.com / HAMZAHKapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro (tiga dari kiri) bersama jajaran Polres Gresik, saat memamerkan sejumlah barang bukti di halaman Mapolres Gresik, Kamis (21/3/2019).

GRESIK, KOMPAS.com – Jajaran Kepolisian Gresik menangkap empat orang terkait pembunuhan seorang sopir taksi online bernama Andre Putra Hariyono (21), di sebuah rumah di Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, Minggu (10/3/2019).

Saat itu, Andre warga Kelurahan Kupang Krajan Gang III nomor 42, Kecamatan Sawahan, Surabaya, ditemukan warga sudah dalam kondisi tidak bernyawa di rumah milik orangtuanya, Sulindayani.

“Pada pukul 04.00 WIB warga menemukan korban laki-laki di rumah Ibu Sulindayani, yang kemudian dilaporkan kepada Polsek sekitar. Dengan kemudian pihak Polsek bekerjasama dengan tim dari Polres melakukan identifikasi,” ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, dalam rilis yang digelar di halaman Mapolres Gresik, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: Petani di Sumedang Tewas Tersambar Petir saat Bakar Jerami di Sawah

Wahyu mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan, seluruh pelaku dapat diamankan. Dimulai dari R sebagai penadah dari ponsel milik korban yang dicuri, bersama tersangka NH.

Wahyu mengatakan, dari kedua tersangka, polisi kemudian mengamankan tersangka FAP yang merupakan pelaku utama pada Selasa (12/3/2019) malam. Setelah itu petugas mengamankan IG, penadah motor korban yang dicuri oleh pelaku.

Wahyu mengatakan, R (27), NH (51), FAP (20), dan IG (21) merupakan warga Surabaya. FAP yang diduga sebagai pelaku utama dalam kejadian ini merupakan teman korban yang sama-sama berasal dari Kupang Krajan.

Kronologi pembunuhan

Korban Andre yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi taksi online, mengunjungi rumah milik orangtuanya di Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur.

Sehari sebelum kejadian yakni pada Sabtu (9/3/2019), Andre dijemput oleh tersangka FAP untuk bersama-sama mengunjungi sebuah diskotek di Surabaya.

Sepulang dari diskotek saat sudah sampai di rumah korban sekitar tengah malam, korban semula ingin mengajak pelaku mencari teman perempuan. Namun, belum kesampaian karena korban dan pelaku tertidur di rumah itu.

Diduga karena efek dari minuman keras yang diminum.

Baca juga: Seorang Lansia Tewas Dalam Kebakaran di Kompleks Kelenteng Tay Kak Sie Semarang

FAP sempat terbangun dan kemudian memiliki niat untuk mencuri ponsel milik korban. Andre yang terbangun melihat FAP mengambil ponselnya.  Karena ketahuan, pelaku kemudian menghabisi korban.

Pelaku menjerat korban dengan kabel charger.

"Tapi karena korban masih melakukan perlawanan, akhirnya dipukul beberapa kali menggunakan palu yang ada di rumah tersebut,” kata dia.

Melihat korban sudah tidak berdaya, pelaku pergi meninggalkan rumah dengan membawa ponsel dan sepeda motor milik korban. Korban ditemukan tewas pada Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

Ponsel milik korban kemudian dijual FAP kepada R dan NH, sementara motor dijual kepada IG

Terkait pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan menjerat pasal berbeda kepada para pelaku. Pasal 365 KUHP dan 338 KUHP untuk FAP dengan ancaman 15 tahun penjara, dan Pasal 480 KUHP kepada R, NH, serta IG, dengan ancaman 4 tahun penjara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
Marthen Tenggelam Saat Mencari Ikan di Muara, sang Istri yang Menyaksikan Histeris

Marthen Tenggelam Saat Mencari Ikan di Muara, sang Istri yang Menyaksikan Histeris

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Ini Faktanya

Arisan RT Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Ini Faktanya

Regional
Penipu Bermodus Penggandaan Uang Ini Punya Bermacam Trik untuk Kelabuhi Korbannya

Penipu Bermodus Penggandaan Uang Ini Punya Bermacam Trik untuk Kelabuhi Korbannya

Regional
47 Warga Terjaring Operasi Yustisi di Probolinggo, Kena Denda hingga Rp 50.000

47 Warga Terjaring Operasi Yustisi di Probolinggo, Kena Denda hingga Rp 50.000

Regional
Mobil Tabrak Gerbang Polresta Tasikmalaya, Sopirnya Berupaya Rebut Senjata Petugas

Mobil Tabrak Gerbang Polresta Tasikmalaya, Sopirnya Berupaya Rebut Senjata Petugas

Regional
6 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Rejowinangun Magelang Diperketat

6 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Rejowinangun Magelang Diperketat

Regional
Kisruh Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika, Warga yang Bertahan dan Mereka yang Terus Membangun

Kisruh Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika, Warga yang Bertahan dan Mereka yang Terus Membangun

Regional
Abai Protokol Kesehatan, 2 Pusat Keramaian di Samarinda Ditutup

Abai Protokol Kesehatan, 2 Pusat Keramaian di Samarinda Ditutup

Regional
Satu Karyawannya Positif Corona, BPJS Kesehatan Lhokseumawe Tutup Sepekan

Satu Karyawannya Positif Corona, BPJS Kesehatan Lhokseumawe Tutup Sepekan

Regional
Menangis Pulang ke Rumah, Bocah 5 Tahun Ternyata Jadi Korban Pencabulan Tetangga

Menangis Pulang ke Rumah, Bocah 5 Tahun Ternyata Jadi Korban Pencabulan Tetangga

Regional
Gegara Hujan Deras Beberapa Jam, Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi

Gegara Hujan Deras Beberapa Jam, Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi

Regional
Korupsi Uang Nasabah Rp 2,1 Miliar untuk Judi Bola Online, Pegawai BRI Ditahan

Korupsi Uang Nasabah Rp 2,1 Miliar untuk Judi Bola Online, Pegawai BRI Ditahan

Regional
Bosan Diisolasi, Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Kabur dari RS

Bosan Diisolasi, Pasien Positif Covid-19 di Indramayu Kabur dari RS

Regional
Rutan Polres Nunukan Penuh Sesak, Tahanan Terpaksa Tidur Bergiliran Tiap Dua Jam

Rutan Polres Nunukan Penuh Sesak, Tahanan Terpaksa Tidur Bergiliran Tiap Dua Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X