Diduga Dukung Sandiaga Uno, 2 PNS di Bima Diperiksa Bawaslu

Kompas.com - 21/03/2019, 22:09 WIB
Komisioner Bawaslu Kota Bima, Asrul Sani KOMPAS.com/SYARIFUDINKomisioner Bawaslu Kota Bima, Asrul Sani

BIMA, KOMPAS.com - Dua pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kedua PNS berinisial MJ dan FR ini diperiksa lantaran diduga melanggar netralitas dalam pemilu. Mereka disinyalir terang-terangan mendukung pasangan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Kasus pelanggaran pemilu ini diungkap Bawaslu saat kampanye politik Sandiaga yang digelar di Kota Bima, Rabu (13/3/2019).

Komisioner Bawaslu Kota Bima Asrul Sani mengatakan, kedua PNS tersebut telah memenuhi panggilan untuk klarifikasi.


"Kemarin, dua PNS ini diduga melakukan pelanggaran pemilu terkait dengan netralitas PNS saat kehadiran cawapres nomor 02. Mereka sudah kita undang dan telah dimintai klarifikasi," kata Asrul saat ditemui wartawan di kantor Bawaslu, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: 6 Guru Honorer di Tangerang Dipecat karena Foto Pose Dua Jari Sambil Pegang Stiker Prabowo-Sandi

Asrul merinci, MJ diperiksa karena ikut menyusup dalam panggung deklarasi saat kampanye Sandi di lapangan Serasuba, Kota Bima belum lama ini. Sementara FR diperiksa lantaran postingan foto Sandiaga Uno di akun Facebook miliknya. 

FR juga turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada Sandi saat berkunjung di Kota Bima.

"Sedangkan yang satunya lagi, dia hadir langsung dipanggung deklarasi capres nomor 02. Padahal saat itu sedang jam kerja, inilah yang kita gali dan kita ungkapkan," tuturnya.

Baca juga: Kemendagri Larang Kepala Daerah dan ASN ke Luar Negeri Selama Masa Pemilu

Kedua ASN ini, kata Asrul, telah memberikan keterangan dan sudah menjelaskan tentang dugaan tersebut. 

Namun, Asrul belum membeberkan hasil klarifikasi kedua PNS itu. Selain itu, Bawaslu juga belum memutuskan bentuk pelanggaran yang dilakukan dua abdi negara ini.

Hal itu akan ditentukan dalam pleno Bawaslu. Oleh karena itu, Asrul belum dapat memastikan, apakah nantinya kasus ini memenuhi unsur pelanggaran pemilu atau tidak.

"Kasus ini akan kami bahas dalam pleno. Jadi belum bisa disimpulkan. Kita kaji dulu apakah memenuhi unsur pelanggaran, Nanti akan disimpulkan setelah ada putusan dalam forum pleno," ucapnya

Bawaslu mengingatkan bahwa ASN harus bersikap netral dalam Pemilu 2019. Jika ASN melanggar administrasi terkait netralitas pemilu, Bawaslu akan merekomendasikan ke Komisi Aparatul Sipil Negara untuk diberikan sanksi administrasi.

"Laksanakan tugas sebagai abdi negara dan pelayan publik. Karena jelas mereka itu dilarang terlibat politik praktis," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Papua Bakal Tambah Dana PON XX Rp 2 Triliun

Pemprov Papua Bakal Tambah Dana PON XX Rp 2 Triliun

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Prajurit TNI Korban Longboat Terbalik di Papua

Tim SAR Hentikan Pencarian Prajurit TNI Korban Longboat Terbalik di Papua

Regional
Kapolresta Malang kepada Tahanan Kabur: Serahkan Diri, Kami Akan Layani dengan Baik

Kapolresta Malang kepada Tahanan Kabur: Serahkan Diri, Kami Akan Layani dengan Baik

Regional
Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut Diuji Coba Januari 2020

Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut Diuji Coba Januari 2020

Regional
Alasan Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Pulang Naik Angkutan Umum, Sakit dan Tak Mau Dijemput

Alasan Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Pulang Naik Angkutan Umum, Sakit dan Tak Mau Dijemput

Regional
Wakil Wali Kota Serang Bakal Jatuhkan Sanksi kepada ASN yang Kabur Saat Acara Pengajian

Wakil Wali Kota Serang Bakal Jatuhkan Sanksi kepada ASN yang Kabur Saat Acara Pengajian

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD | Jual Motor Curian ke Pemiliknya Sendiri

[POPULER NUSANTARA] Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD | Jual Motor Curian ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Puluhan Penyu Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Perairan Laut Donggala

Puluhan Penyu Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Perairan Laut Donggala

Regional
Kisah Rianto Penari Lengger Lanang Banyumas, Perjalanan Hidupnya Diangkat di Film Kucumbu Tubuh Indahku

Kisah Rianto Penari Lengger Lanang Banyumas, Perjalanan Hidupnya Diangkat di Film Kucumbu Tubuh Indahku

Regional
Dengan Stiker 'Keluarga Miskin', Desa Ini Berhasil Tertibkan Penerima Bantuan PKH

Dengan Stiker "Keluarga Miskin", Desa Ini Berhasil Tertibkan Penerima Bantuan PKH

Regional
Fakta Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD, Berawal dari Korban Minta Rokok ke Pelaku

Fakta Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD, Berawal dari Korban Minta Rokok ke Pelaku

Regional
Jawaban Bobby Nasution soal Tudingan Tengah Membangun Politik Dinasti

Jawaban Bobby Nasution soal Tudingan Tengah Membangun Politik Dinasti

Regional
Kronologi Polisi Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Kronologi Polisi Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Regional
Pamerkan Alat Kelamin ke Mahasiswi, Pria di Yogyakarta Ditangkap

Pamerkan Alat Kelamin ke Mahasiswi, Pria di Yogyakarta Ditangkap

Regional
Setelah Tusuk Istri hingga Tewas, Pria Ini Kabur Lewat Jendela Kamar

Setelah Tusuk Istri hingga Tewas, Pria Ini Kabur Lewat Jendela Kamar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X