Kompas.com - 21/03/2019, 19:29 WIB
Sejumlah perwakilan panitia pengawas pemilihan umum kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Trenggalek, melakukan aksi mogok masuk kantor dan berkumpul di Kantor Kecamatan Trenggalek Jawa Timur (21/3/2019) KOMPAS.com/SLAMET WIDODOSejumlah perwakilan panitia pengawas pemilihan umum kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Trenggalek, melakukan aksi mogok masuk kantor dan berkumpul di Kantor Kecamatan Trenggalek Jawa Timur (21/3/2019)

TRENGGALEK, KOMPAS.com - Puluhan panitia pengawas pemilihan umum kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mogok masuk kerja, Kamis (21/3/2019)

Mereka kecewa atas kinerja koordinator sekretariat serta bendahara Bawaslu Kabupaten Trenggalek, dan meminta untuk diganti.

“Kami mohon kepada Bawaslu Provinsi Jawa Timur untuk mengganti koordinator sekretariat dan bendahara Bawaslu Trenggalek yang lebih profesional dan berintregitas,” ujar perwakilan Panwascam Trenggalek Zein Ramayana, Kamis.

Baca juga: Ninis, Satu-satunya Penyandang Tuna Netra yang Daftar Panwascam di Banyuwangi

Dalam aksi mogok masuk kantor ini, perwakilan Panwascam dari 14 kecamatan se-Kabupaten Trenggalek berkumpul di gedung sekretariat panwaslu yang berada di Kantor Kecamatan Trenggalek.

Mereka juga melakukan penutupan dan mengunci seluruh sekretariat panwaslu masing-masing. Mereka melakukan aksi mogok masuk kantor selama tuntutan mereka ditanggapi.

“Kami (Panwascam) tidak masuk kantor sampai dengan surat keterangan pergantian koordinator sekretariat dan bendahara yang baru ditandatangani oleh Bawaslu provinsi, agar tahapan pemilu bisa berjalan dengan baik,” ujar Zein.

Aksi mogok masuk kantor ini merupakan rentetan berbagai kekecewaan Panwascam terhadap pola kerja yang dijalankan oleh koordinator sekretariat Bawaslu Trenggalek. Mereka menilai, koordinator sekretariat berinisial NS dengan bendahara pengeluaran pemilu (BPP) berinisal KK, kurang profesional dan tidak transparan dalam mengelola keuangan.

Baca juga: Panwascam Temukan Spanduk Bernada SARA di Lokasi Kampanye Sandiaga

Hal ini mulai dirasakan oleh para panitia pengawas pemilu sejak pemilihan gubernur tahun 2018 lalu. Kekecewaan yang paling dirasakan anggota panwaslu adalah, sering terlambatnya proses pencairan anggaran operasional, serta tidak adanya kejelasan dan bimbingan terkait petunjuk pelaksanaan serta petunjuk teknis pengelolaan keuangan.

Sehingga, para panitia pengawas pemilu seringkali melakukan revisi laporan pertanggungjawaban tanpa penjelasan maupun bimbingan.

“Banyak persoalan sejak pemilihan gubernur tahun 2018 lalu. Ada banyak sekali persoalan diantaranya, pencairan anggaran operasional dicairkan mendekati hari-H pencoblosan, dan hal ini sangat mengganggu sekali. Karena pendukung operasional kami ya anggaran itu,” ujar salah satu perwakilan Panwascam Indra Setiawan.

“Tidak adanya aturan baku dalam membuat laporan pertanggungjawaban. Sehingga seringkali teman-teman membuat laporan harus berkali-kali direvisi tanpa ada bimbingan,” sambung Indra.

Sebelumnya, seluruh panitia pengawas pemilu se-Kabupaten Trenggalek mengaku sudah mengirimkan surat ke bawaslu provinsi Jawa Timur terkait masalah ini.

Mereka meminta koordinator sekretariat dan bendahara pengeluaran pembantu pemilu Bawaslu Trenggalek, untuk segera diganti.

“Kami tidak ingin tahapan pemilu terganggu, dan kami mohon korsek dan bendahara segera ditetapkan. Mengingat, hari-H pencoblosan semakin dekat,” ujar Indra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X