Ada Bekas Kompleks Permukiman di Situs Suci Tol Pandaan-Malang

Kompas.com - 21/03/2019, 16:35 WIB
Struktur bata memanjang yang diduga bekas pagar yang ditemukan di sisi selatan area ekskavasi situs suci di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (21/3/2019) KOMPAS.com / ANDI HARTIKStruktur bata memanjang yang diduga bekas pagar yang ditemukan di sisi selatan area ekskavasi situs suci di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (21/3/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Ekskavasi situs suci peninggalan Kerajaan Singosari di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang seksi 5 kilometer ke-37, Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, terus meluas.

Terbaru, tim ekskavasi menemukan struktur bata memanjang yang diperkirakan merupakan bangunan pagar.

Struktur bata itu berada di sebelah selatan. Memanjang dari arah barat ke timur.

"Kita menemukan bentangan struktur yang memanjang arah barat timur yang membentuk dinding pembatas atau pagar di selatan temuan awal," kata arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Wicaksono, Dwi Nugroho, Kamis (21/3/2019).

Temuan itu memunculkan perkiraan bahwa situs suci itu merupakan bagian dari kompleks permukiman. Sebab di luar struktur bata yang diduga pagar itu masih ditemukan struktur bata lainnya.

Baca juga: Ekskavasi Situs Suci Kerajaan Singosari Tak Diperpanjang, Pemkab Malang Akan Ambil Alih

Ada berbagai simulasi terkait perkiraan kompleks permukiman di kawasan itu. Salah satunya adalah kompleks permukiman pribadi.

Wicaksono mengatakan, kompleks permukiman pribadi terdahulu memposisikan bangunan suci di bagian belakang. Hal ini sesuai dengan temuan ekskavasi saat ini.

Yakni temuan awal yang diperkirakan merupakan bekas paduraksa atau pintu gerbang menghadap ke puncak Gunung Semeru di sisi timur laut.

Temuan sementara menunjukkan bahwa paduraksa itu berada di sisi paling timur. Diikuti oleh batur atau pondasi yang menjadi tempat arca dan altar yang menjadi tempat sesembahan warga terdahulu.

Temuan berikutnya mengarah ke sisi barat dari bangunan suci tersebut.

"Biasanya kalau di hunian pribadi dia (bangunan suci) ada di pojok belakang. Paling belakang paling private dan arahnya (komplek) ke barat daya," jelasnya.

Hingga Selasa (19/3/2019), luasan area ekskavasi sudah mencapai 380 meter persegi ke arah barat.

Di sisi timur bangunan paduraksa, atau lahan yang sudah dikeruk untuk dijadikan ruas jalan tol diperkirakan merupakan halaman terasering yang mengarah ke Sungai Amprong. Jarak dari bangunan paduraksa ke Sungai Amprong di sisi timur sekitar 25 meter.

"Sungai menjadi sumber kehidupan. Untuk mengambil air, mencuci," katanya.

Ekskavasi berakhir

Berbagai temuan yang ada di kompleks tersebut masih menunggu kebijakan pemerintah untuk proses berikutnya. Sebab, BPCB tidak memperpanjang proses ekskavasi terhadap situs purbakala itu.

BPCB hanya melakukan ekskavasi selama 10 hari, terhitung dari Selasa (12/3/2019) hingga Kamis (21/3/2019).

Baca juga: 5 Fakta Ekskavasi Situs Purbakala di Tol Pandaan-Malang, Berasal dari Zaman Singosari hingga Ancam Proyek Tol

Perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur sudah mengunjungi lokasi tersebut. Sedangkan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang akan melanjutkan proses ekskavasi jika dianggap perlu.

Sementara itu, BPCB akan menyerahkan berbagai temuan hasil ekskavasi ke Balai Arkeologi Yogyakarta untuk diteliti lebih lanjut.

"Tugas pokok kami berkaitan dengan pelestarian. Penelitian dan aspek sejarahnya oleh Balai Arkeologi Yogyakarta," katanya.

BPCB sudah menentukan area konservasi cagar budaya di kawasan tersebut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X